Belajar menurut para ahli psikologi

Senin, 2009 Juli 20



Belajar merupakan istilah yang tidak asing lagi dalam kehidupan manusia sehari-hari. Karena telah sangat dikenal sekali mengenai belajar, seakan-akan orang telah mengetahui dengan sendirinya apakah yang dimaksud dengan belajar.namun jika ditanyakan kepada diri kita sendiri, maka akan muncul sebuah pertanyaan apakah yang dimaksud dengan belajar itu??
Kemungkinan akan banyak muncul berbagai definisi mengenai belajar, demikian pula di kalangan para ahli psikologi.
Berikut ini pendapat para ahli psikologi dalam memandang Belajar:
1.Skinner (1958) memberikan definisi belajar “Learning is a process progressive behavior adaptation”. Dari definisi tersebut dapat dikemukakan bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Ini berarti bahwa belajar akan mengarah pada keadaan yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. Disamping itu belajar juga memebutuhkan proses yang berarti belajar membutuhkan waktu untuk mencapai suatu hasil.
2.McGeoch (1956) memberikan definisi belajar “learning is a change in performance as a result of practice. Ini berarti bahwa belajar membawa perubahan dalam performance, yang disebabkan oleh proses latihan.
3.Kimble memberikan definisi belajar “Learning is a relative permanent change in behavioral potentiality occur as a result of reinforced practice. Dalam definisi tersebut terlihat adanya sesuatu hal baru yaitu perubahan yang bersifat permanen, yang disebabkan oleh reinforcement practice.
4.Horgen (1984) memberikan definisi mengenai belajar “learning can be defined as any relatively, permanent change in behavior which occurs as a result of practice or experience” suatu hal yang muncul dalam definisi ini adalah bahwa perilaku sebagai akibat belajar itu disebabkan karena latihan atau pengalaman.

Bertitik tolak dari hal tersebut diatas dapat dikemukakan beberapa hal mengenai belajar sebagai berikut:
•Belajar merupakan suatu proses yang mengakibatkan adanya perubahan perilaku (change in behavior or performance). Setelah belajar individu akan mengalami perubahan dalam perilakunya. Perilaku dalam arti luas dapat overt behavior atau covert behavior. Karena itu perubahan itu daoat dalam segi kognitif, afektif, dan dalam segi psikomotor.
•Perubahan perilaku itu dapat actual, yaitu yang menampak, tetapi juga dapat bersifat potensial, yang tidak menampak pada saat itu, tetapi akan nampak di lain kesempatan.
•Perubahan yang disebabkan karena belajar itu bersifat relative permanen, yang berarti perubahan itu akan bertahan dalam waktu yang relative lama, tetapi di pihak lain perubahan tersebut tidak akan menetap terus menerus, hingga suatu waktu hal tersebut dapat berubah lagi sebagai akibat belajar.
•Perubahan perilaku baik yang bersifat aktual maupun potensial yang merupakan hasil belajar, merupakan akibat dari latihan dan pengalaman.

Read more... Read more...

Tes inventori

Jumat, 2009 Juli 17


Tes inventori adalah tes-tes yang terutama menggunakan paper and pencil. Tes inventori merupakan self report Questionnare, untuk menentukan karakteristik-karakteristik kepribadian, minat (interested), sikap (attitude), dan nilai-nilai (value).
Tes inventori sangat berguna untuk mengetahui karakteristik kepribadian seperti minat, penyesuaian diri, motivasi, dan prasangka. Namun perlu di ingat bahwa alat-alat tes yang digunakan umumnya tidak ada yang sempurna dan masing-masing tes hanya menjelaskan satu atau beberapa aspek kepribadian.

Beberapa masalah dalam tes inventori kepribadian adalah:
1. Definisi kepribadian sedemikian banyak, sehingga seleksi yang tepat dari macam-macam definisi kepribadian perlu mendasari pemakaian tes inventori.
2. Tes inventori kepribadian tidak dapat bersifat culture free. Oleh karena itu aspek kultural harus di pertimbangkan, padahal nilai-nilai kultur selalu berubah. Sedangkan di sisi lain tes inventori diharapkan dapat memberikan profil kepribadian yang stabil.
3. Bila tes inventori kepribadian terlalu sensitif terhadap perubahan, maka sulit memperoleh reliabilitas yang tinggi.

Secara umum tes inventori kepribadian memiliki beberapa kelemahan, seperti;
1. Aitemnya ambigu dan perintah tidak jelas
2. Subjek ingin menunjukkan kesan-kesan tertentu kepada penguji.
3. Kesukaran semantik, penafsiran yang berbeda
4. Sikap subjek yang tak kooperatif/defensif
5. Faking atau tidak jujur.
6. Acquiscence; bila aitem yang dibuat lebih mengarah ke jawaban-jawaban tertentu.
untuk mengurangi kelemahan-kelemahan ini, tester perlu memahami tes yang hendak digunakan dengan baik sehingga menyajikan tes dengan baik.

Macam-macam Tes Inventori
- Tes Inventori kepribadian
1. MMPI (minnesota Personality Inventory)
2. CPI (california Psychological Inventory)
3. PIC (Personality Inventory for Children)
4. MCMI (Millon Clinical Multiaxial Inventory)
5. 16 PF (sixteen Personality Factor Questionnaire)
6. EPPS (Edward Perssonal Preference Schedule)
7. PRF (Personality Research Form)
8. Jackson Personality Inventory

- Tes Inventory Minat
1. SCII (Strong-Campbell Interest Inventory)
2. JVIS (Jackson Vocationalinterest Survey)
3. KPR-V (Kuder Preference Record - Vocational)
4. CAI (Career Assessment Inventory)
5. RM (The rothwell-Miller Interest Blank)

- Tes Inventori Nilai
1. Study OF Value
2. WVI (Work Value Inventory)

Berikut sedikit penjelasan mengenai Tes Inventori. Untuk membahas secara lengkap tiap alat tes akan saya posting di lain waktu..


Read more... Read more...

Pembelajaran psikologi "Mengaku Kalah Bukan Berarti Kalah"

Senin, 2009 Juli 13


"Mengaku kalah bukan berarti kalah" merupakan sebuah pembelajaran psikologi. Terkadang orang sulit untuk mengakui kekalahannya karena secara tidak sadar setiap manusia memiliki mekanisme pertahanan diri (self defense mechanism). Disini saya tidak terlalu banyak membahas apa dan bagaimana self defense mechanism. Namun jika anda ingin mengetahui lebih jelas, silahkan kunjungi disini. Dalam artikel saya kali ini saya akan sedikit menganalogikan melalui sebuah cerita ringan yang berkaitan dengan proses demokrasi yang belum lama berlangsung di Indonesia.

Tepat tanggal 8 juli 2009 Indonesia melangsungkan PEMILU 2009 untuk memilih calon Presiden dan Wakil Presiden. Tidak lama Setelah pemilihan berhasil, Hasil Quick Count diumumkan. Hasil Quick Count. Dari hasil itulah diketahui bahwa SBY-berboedi memiliki perolehan suara terbanyak. Di sisi lain ada berbagai pro dan Kontra dalam menanggapi Hasil Quick Count, Partai yang merasa puas dengan hasil suara akan menganggap bahwa hasil yang didapat itu objektif dan Partai yang tidak puas dengan hasil suara akan menganggap sebaliknya (tidak menerima kekalahan, bahkan menganggap hasil tidak objektif). Dari respon yang telah saya sebutkan di atas dapat diketahui bahwa cukup sulit untuk menerima kekalahan bukan? Seharusnya mereka yang kalah tidak merasa kalah karena mereka tetap bisa membantu di belakang layar untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Mereka mempunyai kekuatan yang besar untuk melakukan itu semua. Ide-ide cemerlang mereka sangat diperlukan untuk membantu pemerintahan kita.

Dari pembelajaran psikologi inilah kita dapat mengambil kesimpulan bahwa "mengaku kalah itu bukan berarti kalah".

Read more... Read more...

Seberapa pentingkah pre school?

Minggu, 2009 Juli 12


Pendidikan pra sekolah atau sering disebut pre school banyak menjamur di masyarakat. Dan sudah menjadi suatu trend di masyarakat. Pendidikan pra sekolah adalah suatu tempat dimana anak-anak berkumpul dan diajarkan untuk mempersiapkan diri mereka sebelum masuk ke sekolah. Ada pre school yang menawarkan pendidikn untuk anak-anak mulai dari usia yang sangat dini yaitu 6 bulan sampai usia cukup untuk masuk TK, yaitu sekitar umur 4 tahun. Apakah sebagai orang tua kita perlu mengikut sertakan mereka ke dalam sebuah pre school? Seberapa pentingkah pre school untuk anak-anak kita?Masa anak-anak usia pra sekolah mempunyai tugas perkembangan, yaitu:
1. Perkembangan Personal Sosial
kemampuan si kecil berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain/lingkungannya serta menilai bagaimana kemandiriannya.
2. Perkembangan Motorik Halus
kemampuan anak dalam mengoordinasikan mata dan kedua tangannya. Contohnya untuk menggambar, menjimpit kismis, mencoret, menyusun balok, dan sejenisnya.
3. Perkembangan Bahasa
kemampuan anak mendengar atau merespons suara, berbicara dan mengikuti perintah.
4. Perkembangan Motorik Kasar
kemampuan anak seperti jalan, melompat, dan sebagainya.

Selain itu masa 0-5 tahun merupakan ”golden age” dimana 80 persen otak anak berkembang pada masa tersebut. Pada masa tersebut peran orang tua sangat besar dalam mengawasi proses tumbuh dan berkembang otak anak. Pada masa ini informasi akan mudah diserap entah itu baik ataupun buruk. Maka sangatlah penting pendidikan sebelum sekolah itu dilakukan.

Jika orang tua mampu mandampingi anak untuk dapat mengoptimalkan tugas perkembangannya seperti yang dijelaskan di atas, orang tua tidak perlu membawa anak ke pre school. Karena dengan belajar sendiri di rumah bersama orang tua, orang tua bisa memantau langsung perkembangan anak dan bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan anak. Namun jika orang tua tidak memiliki banyak waktu untuk memberikan pendidikan pra sekolah, ada baiknya untuk menyertakan anak-anak ke pre school. Tetapi dengan menyekolahkan di pre school tidak berarti orang tua melepaskan tanggung jawab mendidik anak kepada guru, orang tua tetap harus bertanggung jawab dan selalu memperhatikan perkembangan anak. Selain itu ada beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam memilih pre school, yaitu:
1.Pilihlah pre school yang membuat anak merasa senang dan nyaman berada di dalamnya
2.Sebaiknya jangan memilih lokasi terlalu jauh dari rumah yang dapat menyebabkan anak merasa lelah
3.Pilihlah pre school yang memiliki program sit-in, sehingga anak dapat mencoba bersekolah di pre school tersebut selama beberapa hari untuk mengetahui apakah memang sesuai dan nyaman untuk anak anda

Read more... Read more...

Proquest: Cara mudah mendapatkan Jurnal Psikologi

Sabtu, 2009 Juli 11

Jurnal psikologi menjadi sangat penting bagi para mahasiswa, dosen dan guru sebagai bahan acuan untuk melakukan penelitian psikologi. mencarinya dapat dikatakan gampang-gampang sulit. Bisa dikatakan gampang bila kita mengetahui cara yang tepat untuk mencarinya dan bisa diakatakan sulit jika kita tidak mengetahui cara yang tepat untuk mencarinya. Dalam artikel saya kali ini saya akan sedikit berbagi bagaimana cara mencari yang tepat dan benar. Satu hal yang sangat penting sebelum anda mencari. Pastikan anda mengetahui keyword apa yang akan dicari dan mengetahui dimana anda mencarinya. Masih bingung anda mencari dimana?? tidak usah bingung, disini saya akan memberikan sedikit informasi tempat mencarinya. Anda dapat mengakses vendor penyedia layanan berbayar seperti Proquest dan EBSCO Namun untuk mendapatkan jurnal disana perlu akses ID dan pasword. Berikut ini saya akan memberikan cara mudah mencarinya:
1. Silakan ke alamat Proquest
Berikut tampilannya
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

2. Setelah Login, maka anda akan diminta mengisi Keyword. Masukan keyword yang berkaitan dengan jurnal yang dicari, jangan lupa untuk memberikan tanda centang di "full Text Document Only", Lalu klik "SEARCH"
Berikut tampilannya
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!
3. Kemudian akan muncul result yang berkaitan dengan keyword yang anda isikan,untuk download silahkan Klik saja tulisan "Full Text - PDF"
Ini merupakan contoh menggunakan keyword Depression
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

Demikian Cara mudah Mencari jurnal Psikologi dari saya.Semoga bermanfaat.

Read more... Read more...

Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak

Rabu, 2009 Juli 08


Menumbuhkan minat baca anak bisa menjadi hal yang begitu sulit ataupun begitu mudahnya. Saya tidak akan membahas banyak teori-teori psikologi dalam posting ini. Karena saya yakin sudah banyak yang membahas teori-teori tersebut.

Menurut Havighurts masa anak-anak
usia 6-12 tahun memiliki tugas perkembangan untuk mengembangkan kemampuan dasar dalam membaca. Dalam meningkatkan kemampuan untuk membaca tersebut seorang anak perlu didampingi oleh orang lain. Pendampingan bisa dilakukan oleh orang tua sebagai orang terdekat, guru, dan semua orang di lingkungan terdekat yang mampu mendampingi anak dalam menumbuhkan minat bacanya.

Ada beberapa point yang perlu diperhatikan dalam menumbuhkan minat baca anak, yaitu:
1.Orang tua sebagai orang yang terdekat dengan anak harus memberikan contoh bahwa membaca merupakan kegiatan menyenangkan dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari.
2.Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung anak untuk membaca, seperti menyediakan perpustakaan keluarga.
3.Menumbuhkan motivasi kepada anak dengan cara memberikan reward berupa suatu bacaan yang benar-benar mereka inginkan apabila anak mencapai suatu keberhasilan.
4.Memilih bahan bacaan yang tepat sesuai dengan umurnya. Misalnya jika usia anak masih dini dan mereka dalam tahap belajar membaca, berikan buku-buku yang menyertakan visualisasi yang memudahkan dan menyenangkan.
5.Menciptakan suasana membaca yang menyenangkan dengan meluangkan waktu untuk mendampingi anak dan memperhatikannya ketika mereka membaca.
6.Mintalah kepada anak untuk memilih menu makanannya sendiri jika sedang berada di rumah makan dengan menyodorkan daftar menu, bisa juga dengan bermain “mencari kata” ketika berada di tempat umum.
7.Adanya koordinasi antara orang tua dan guru tentang perkembangan belajar anak di sekolah, sehingga orang tua mengetahui minat baca anak.
8.Berikan porsi waktu yang cukup dalam membaca, hal ini bervariasi.

Jangan pernah memaksakan kehendak Anda agar anak mau membaca. Tumbuhkanlah minat baca anak dengan mengacu pada poin-poin di atas. Anda dapat berkreasi sesuka Anda dalam menumbuhkan minat baca anak.



Read more... Read more...

  © Mas BOW by All about Psychology 2009

Back to TOP