Categories

Cara Review Jurnal Psikologi

Jumat, Juli 31, 2009

Review jurnal merupakan sebuah strategi untuk bisa mempermudah memahami inti dari penelitian yang telah dilakukan. Setiap mahasiswa khususnya jurusan Psikologi seharusnya memiliki sedikit kemampuan melakukannya. Terkadang seorang dosen memberi tugas mahasiswanya untuk melakukan hal ini dengan tujuan agar jurnal yang dibahas dapat dipahami sepenuhnya oleh mahasiswa. Dengan ini pembahasan dari jurnal yang ada lebih mudah dilakukan karena baik dosen maupun mahasiswa telah mengerti apa maksud yang terkandung dalam penelitian tersebut

Adapun beberapa pokok bahasan yang perlu di tampilkan dalam melakukan review, diantaranya:
1. Latar Belakang Teori dan Tujuan Penelitian
Mengungkapkan beberapa landasan teori yang digunakan oleh peneliti sebagai acuan dalam penelitiannya dan tujuan apa yang ingin dicapai.
2. Metode
Mengungkapkan mengenai metode apa yang digunakan, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, alat pengumpul data, dan analisis data yang digunakan.
3. Hasil dan Pembahasan
Dalam pokok bahasan ini mengambil hasil dari penelitian yang telah dilakukan dengan memberikan deskripsi secara singkat, jelas, dan padat.
Masih belum jelas juga?? Ok, berikut contoh review jurnal Psikologi.

Judul: Sosial status dan Agresi
By: Andreas Diekmann, Monika jungbauer- gans, Heinz Krassing, Sigrid Lorenz
a. Latar Belakang Teori dan Tujuan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen untuk mengetahui efek status social seseorang yang frustasi terhadap tendensi untuk bereaksi dalam cara yang agresif. Penelitian ini melakukan eksperimen dengan membeda-bedakan status mobil yang dihalangi (menurut peringkat asosiasi mobil Jerman), karena status social telah berhubungan positif dengan perilaku yang lebih self assertive dan kurang menghormati dalam kasus kepentingan yang berkonflik (Wright,1994).

Penelitian ini mengharapkan bahwa para pengemudi mobil berstatus tinggi akan menunjukan perilaku yang lebih agresif daripada para pengemudi mobil berstatus rendah. Kemungkinan lain kebalikannya, yaitu para individu yang tidak mempunyai otoritas mungkin mengkompensasi dengan berperilaku secara lebih agresif.

Penelitian ini menganggap bahwa a) Derajat agresi akan berbeda-beda secara negatif menurut menurut usia pengemudi dan umur mobil, b) Wanita akan bereaksi kurang agresif daripada laki-laki, c) Akan ada respon agresif yang lebih sedikit pada akhir minggu, daripada hari kerja, ketika lalu lintas lebih padat. Juga menurut Psikologi warna, peneliti memperkirakan bahwa mobil merah akan menunjukan kecenderungan agresi yang lebih tinggi. Krakteristik-karakteristik tersebut data dimasukan sebagai variable control dalam analisis multivariate untuk waktu respon.

Tujuan dalam penelitian ini ada dua yaitu;
1. Tujuan Primer: Untuk mengetahui efek status social seseorang yang frustasi terhadap tendensi untuk bereaksi dalam cara yang agresif.
2. Tujuan Sekunder: Untuk menunjukan bahwa metodologi analisis – urvival dapat berguna dalam eksperimen bidang sosio-psikologi.


b.Metode
- Subjek
Subjek dalam penelitian ini adalah para pengemudi yang menunggu di lampu lalu lintas (N=57)
- Tempat
Perempatan yang sibuk di tengah kota Jerman bagian barat.
- Tehnik Pengambilan data
Quasi eksperimental design
- Alat pengumpulan data
Peneliti, yang menumpang di mobil yang menghalangi, menghitung periode latensi antara penghalang dan reaksi pengemudi yang dihalangi dan mencatat tipe reaksi (mengklakson atau menyalakan lampu depan), tipe mobil yang dihalangi, jenis kelamin pengemudi yang dihalangi dan usia perkiraan si pengemudi yang dihalangi, usia perkiraan mobil yang dihalangi, warna mobil, dan ada/tidak adanya penumpang dalam mobil yang dihalangi. Kecepatan respon (detik) dianggap sebagai indikator pada derajat perilaku agresif. Masing-masing mobil yang dihalangi diklasifikasikan ke dalam salah satu dari enam kategori yang berkisar dari mobil kecil sampai mobil mewah, menurut peringkat asosiasi mobil jerman.
- Analisis Data
Analisis multivariate didasarkan pada model semi parametrik (cox regression) dan model parametrik analisis survival.


c. Hasil dan Pembahasan
Bagian pertama pada analisis ini berfokus pada respon pengemudi yang frustasi. Respon yang diamati untuk 56 mobil yang dihalangi (42 mengklakson, 14 menyalakan lampu depan), 1 mobil pindah jalur tanpa respon dan waktu sampai perpindahan jalur dimulai diperlakukan sebagai waktu respon yang disensor. Sepanjang tidak ada perbedaan yang ada antara tipe-tipe respon yang berbeda, penyensoran tidak akan menyebabkan bias yang serius.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa:
1. Mean waktu respon adalah 4.2 detik dan median (dihitung dari estimasi Kaplan Meier pada fungsi survivak) adalah 3.2 detik. Tidak ada bukti untuk perbedaan jenis kelamin yang signifikan dlam waktu respon, meskipun wanita agak kurang agresif (Mdn=3.6 detik Vs 3.2 detik, masing-masing).
2. Tidak adanya perbedaan yang sangat signifikan untuk umur mobil, mobil merah, ada atau tidak adanya penumpang, hari. Waktu respon untuk pengemudi dalam kelompok lanjut usia tampak lebih panjang daripada pengemudi dalam kelompok muda dan umur pertengahan ( Masin-masing Mdn=4.5 detik; 3.2 detik; dan 3.1 detik)
3. Dengan analisis multivariate ”Hazard rate-equation” dengan kelas mobil dan kovariat lainya sebagai kontrol, dapat diketahui bahwa adanya korelassi positif antara status sosial dengan kecenderungan agresif. Hasil sekarang ini memperluas hasil eksperimen lapangan yang dilaksanakan oleh Doob and Gross (1968) di AS serta hasil replika oleh Bochner (1971), yang diadakan di Australia. Para peneliti tersebut mengubah status mobil eksperimen dan menemukan bahwa status sosial dari seorang pembuat frustasi menghambat respon agresif. Tampaknya bahwa status sosial yang lebih tinggi tidak hanya menghambat kecenderungan-kecenderungan agresif orang lain namun juga dapat memperhebat kecenderungan agresif seseorang. Namun penelitian Doob Gross dan penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan, karena perbedaan budaya dapat juga memainkan peran dalam agresi.

Setelah saya berikan contoh, cukup mudah sebenarnya cara review jurnal Psikologi. Semoga bermanfaat.

Read more...

Kajian Psikologi tentang Curhat

Kamis, Juli 30, 2009

Curhat masalah pribadi merupakan kebutuhan psikologis manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki keinginan untuk didengarkan, dihargai, diperhatikan, dan disayangi. Curhat sebenarnya penting untuk dilakukan oleh siapapun, bila jika kita mempunyai masalah ataupun saat kita merasa bahagia.
Saat kita memiliki masalah hendaknya berbagilah dengan orang lain, karena secara psikologis hal tersebut dapat mengurangi beban pikiran kita sehingga kita dapat lebih merasa rileks. Sama halnya ketika kita merasa bahagia, curhat juga penting dilakukan karena euphoria yang berlebihan sama tidak baiknya dengan memendam masalah. Kebahagiaan akan lebih indah jika kita bisa berbagi kebahagiaan itu dengan orang lain.
Berbagi masalah itu penting dilakukan karena beban masalah yang menumpuk dan berlarut-larut akan sangat mengganggu kondisi psikologis manusia dan bisa berakibat pada stress. Bahkan leebih jauh lagi, dapat menyebabkan depresi.
Namun perlu diingat, dalam berbagi kita perlu memperhatikan siapa orang yang kita ajak berbagi. Hendaknya orang tersebut bisa menjaga rahasia kita, karena mungkin kita ingin masalah itu tidak diketahui oleh orang lain. Lalu curhatlah mengenai masalah-masalah yang dianggap penting karena kita belum menemukan jalan keluarnya. Selain itu curhatlah mengenai masalah yang dihadapi dengan orang yang dianggap berpengalaman, karena akan sangat membantu dalam memberikan pandangan dan nasehat-nasehat bagi anda.
Orang-orang yang kita ajak curhat boleh saja memberikan opininya dan jalan keluar mengenai masalah yang kita hadapi tetapi keputusan mana yang harus diambil ada di tangan kita. Dengarkanlah dengan seksama orang yang Anda ajak berbagi, hargai setiap perkataannya. Satu Hal yang sangat penting dalam menghadapi masalah: Selesaikan masalah sebelum masalah lain timbul. Budayakan Curhat sebelum dilarang. ok!!!

Read more...

Konsep Diri

Selasa, Juli 28, 2009

Konsep diri berasal dari bahasa inggris yaitu self concept ; merupakan suatu konsep mengenai diri individu itu sendiri yang meliputi bagaimana seseorang memandang, memikirkan dan menilai dirinya sehingga tindakan-tindakannya sesuai dengan konsep tentang dirinya tersebut.

Brooks (Rakhmat, 1991) menyatakan bahwa konsep diri adalah suatu pandangan dan perasaan seseorang tentang dirinya serta persepsi tentang dirinya, ini dapat bersifat psikis maupun sosial. Sejalan dengan pendapat tersebut dikemukakan oleh Cawangas (Pudjijogyanti, 1988) bahwa konsep diri merupakan seluruh pandangan individu akan dimensi fisiknya, karakteristik kepribadiannya, motivasinya, kelemahannya, kepandaiannya dan kegagalannya. Konsep diri itu seseorang akan diupayakan mencapai keinginan yang optimal serta untuk merealisasikan hidupnya. Dapat dikatakan bahwa konsep diri juga merupakan kerangka kerja untuk mengorganisasikan pengalaman-pengalaman yang diperoleh seseorang.

Setiap individu memiliki konsep diri, baik itu konsep diri yang positif maupun yang negatif, hanya derajat atau kadarnya yang berbeda-beda. Kenyataan tidak ada individu yang sepenuhnya memiliki konsep diri positif atau negatif. Tetapi karena konsep diri memegang peranan penting dalam menentukan dan mengarahkan seluruh perilaku individu, maka sedapat mungkin individu bersangkutan harus mempunyai konsep diri yang positif / baik (Rakhmat, 1991).

Faktor-faktor Pembentuk Konsep Diri
Rainy (dalam Burn, 1979) menyatakan bahwa konsep diri merupakan individu yang dikenal pada individu tersebut sebagai konfigurasi yang unik. Diri yang dikenal merupakan hal-hal yang di persepsikan oleh individu tersebut, konsep-konsep dan evaluasi mengenai diri sendiri juga termasuk gambaran –gambaran dari orang lain terhadap dirinya yang dirasakan dan digambarkan sebagai pribadi yang diinginkan, yang dipelihara dari suatu pengalaman lingkungan yang dievaluasinya secara pribadi.

Argyle (Handry dan Heyes, 1989) berpendapat bahwa terbentuknya konsep diri dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
1. Reaksi dari orang lain. Caranya dengan mengamati pencerminan perilaku seseorang terhadap respon orang lain, dapat dipengaruhi dari diri orang itu sendiri.
2.Perbandingan dengan orang lain. Konsep diri seseorang sangat tergantung pada cara orang tersebut membandingkan dirinya dengan orang lain.
3.Peranan seseorang. Setiap orang pasti memiliki citra dirinya masing-masing, sebab dari situlah orang tersebut memainkan peranannya.
4.Indentifikasi terhadap orang lain. Pada dasarnya seseorang selalu ingin memiliki beberapa sifat dari orang lain yang dikaguminya.

Aspek-aspek Konsep Diri
Isi konsep diri menurut pandangan Berzonsky (dalam Burns, 1993) terdiri atas:
1. Aspek fisik; meliputi penilaian individu terhadap segala sesuatu yang dimilikinya.
2. Aspek sosial; meliputi bagaimana peranan sosial yang dimainkan oleh individu dan sejauhmana penilaian terhadap kerjanya.
3. Aspek moral; meliputi nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang memberi arti dan arah bagi kehidupan seseorang.
4. Aspek psikis; meliputi pikiran, perasaan dan sikap individu terhadap dirinya sendiri.

Daftar Pustaka
Burn, R.B. 1979. Konsep Diri.Jakarta:Arcan.
Handry,M dan Heyes,S. 1989.Pengantar Psikologi.Jakarta:Erlangga.
Penelitian Universitas Atmajaya.
Pudjijogyanti,C.R.1988.Konsep Diri dalam Proses Belajar Mengajar.Jakarta:Pusat
Rakhmat,J.1991.Psikologi Komunikasi.Bandung:Remaja Rosdakarya

Read more...

Perilaku Penyalahgunaan Alkohol

Penyalahgunaan alkohol Merupakan penyakit sosial yang dapat menimbulkan penyimpangan perilaku, agama, moral, psikologi dan kesehatan. Alkohol menawarkan solusi yang seketika dari masalah yang dihadapi seseoran, pada kenyataan sebenarnya akan menimbulkan masalah yang berlipat ganda karena berefek kecanduan. Alcohol bekerja dengan sistem menekan aktifitas susunan saraf pusat. Dalam jumlah yang sedikit akan mempengaruhi pusat pengendalian diri dari otak yang menyebabkan rasa malu peminum alkohol berkurang, sehingga akan lebih berani berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain, dan juga menghilangkan rasa cemas. Sebelum kita mengetahui lebih jauh penyebab, dampak dan solusi dari penyalahgunaan alkohol, mari kita melihat ciri – ciri orang yang terpengaruh dengan minuman keras, yaitu: sempoyongan, berbicara menjadi tidak jelas (cadel), daya ingat dan kemampuan menilai sesuatu terganggu untuk sementara waktu. Dalam jumlah lebih banyak lagi dapat menimbulkan koma bahkan kematian. Pada intoksikasi (keracunan), lebih dikenal dengan istilah mabuk, terlihat gejala: pembicaraan cadel, banyak bicara, koordinasi motorik terganggu (jalan sempoyongan), bola mata bergerak-gerak ke samping (nystagmus), mata merah, terjadi perubahan alam perasaan, mudah marah.

Penyebab penyalahgunaan alkohol
1.Dari lingkungan keluarga
a. Kurangnya perhatian dan waktu yang diberikan untuk anak, baik dalam rangka pendidikan maupun memelihara hubungan kemesraan dalam keluarga.
b. Broken home (perpecahan keluarga), kehidupan keluarga yang tidak harmonis.
c. Rapuhnya nilai-nilai / norma-norma keluarga, termasuk pengenalan nilai-nilai sopan santun dan agama.
2.Dari lingkungan masyarakat
a. Kurangnya pelaksanaan ajaran-ajaran agama secara konsekuen.
b. Masyarakat yang kurang memperoleh pendidikan
c. Kurangnya pengawasan terhadap remaja
d. Pengaruh norma-norma baru dari luar
3. Dari dalam diri individu
a. Lemahnya pertahanan diri
b. Kurang kemampuan penyesuaian diri
c. Kurangnya dasar-dasar keimanan di dalam diri remaja

Penyalahgunaan alkohol memiliki dampak di berbagai segi, diantaranya:
- kesehatan Fisik: Jelas sangat berpengaruh sekali terhadap kesehatan jika konsumsi dilakukan dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan gangguan hati, pankreas dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

- Psikologis : Dalam konsumsi yang berlebihan dan waktu cukup lama akan merusak jaringan otak yang dapat menimbulkan gangguan penurunan daya ingat dan kemampuan Belajar, bahkan dapat menimbulkan gangguan kejiwaan.

- Fungsi sosial: seseorang yang berlebihan dalam mengkonsumsi minuman keras akan menyebabkan suasana perasaan yang mudah marah yang pada akhirnya dapat mengganggu kemampuan dalam bermasyarakat. Bahkan telah terbukti bahwa alkohol meningkatkan kecenderungan seseorang untuk melakukan tindakan kriminal dan meningkatkan jumlah kecelakaan lalu lintas.

Solusi
1. Dari diri individu
a. Perlu adanya niat dari dalam diri individu untuk berslogan “Katakan Tidak Untuk Alkohol”
b. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Y.M.E. sehingga menjauhi barang haram tersebut.

2. Dari Pihak keluarga
a. Memberikan perhatian dan memelihara hubungan kemesraan antar anggota keluarga.
b. Lebih Menanamkan nilai – nilai agama dalam keluarga.
c. Orang tua memberikan pengetahuan dini mengenai resiko dari penyalahgunaan alcohol.

3. Dari Lingkungan masyarakat sekitar
a. Meningkatkan pengawasan dan control terhadap perilaku minum – minuman keras
b. Mengadakan kerjasama antara perangkat desa dengan LSM untuk memberikan penyuluhan tentang resiko penyalahgunaan alcohol dan arti pentingnya menjaga kesehatan.

4. Dari Instansi kesehatan
a. Melakukan promosi kesehatan melalui media informasi tentang resiko penyalahgunaan alkohol dan perilaku hidup sehat.


Read more...

Tes Kraepelin

Sabtu, Juli 25, 2009

Tes kraepelin merupakan tes yang sering digunakan dalam rekruitment karyawan. Bagi anda yang pernah mengikuti tes kerja, tentunya anda pernah melakukannya. Dimana anda disuguhi lembaran kertas yang penuh berisi angka-angka dan anda diminta menjumlahkan angka diatas atau dibawahnya yang berdekatan dalam satu kolom dan menulis hasilnya di antara angka tersebut, kemudian sesuai dengan waktu yang telah ditentukan tester atau penguji akan meminta anda melanjutkan ke kolom selanjutnya sampai waktu tes berakhir. Sebelum membahas lebih jauh, baiknya kita mengetahui contoh dan sejarah alat tes psikologi tersebut.

Berikut contohnya:
1
>>4
3
>>7
4
>>9
5
>>1
6

Keterangan: lihatlah penjumlahan angka di kolom pertama 5 + 6=1. mengapa demikian? Ya memang seperti itu, karena penjumlahan hanya ditulis 1 digit. jadi misalkan ada penjumlahan angka 7+5 maka anda hanya menuliskan 2

Tes kraepelin diciptakan oleh seorang psikiater jerman bernama Emilie kraepelin pada tahun 1856 – 1926. Alat tes ini terlahir karena adanya dasar pemikiran dari faktor-faktor yang khas pada sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku. Pada mulanya merupakan tes kepribadian. Namun dalam pekembangannya telah berubah menjadi tes bakat, dengan cara merubah tekanan skoring dan interpretasi. Satu hal yang perlu anda ketahui bahwa alat tes ini akan mengungkap beberapa faktor bakat diantaranya: kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan kerja di dalam tekanan.

Pasti para pembaca akan bertanya-tanya Mengapa tes psikologi ini sering disajikan di setiap tes kerja? Jika ditanya demikian saya akan berkata ”Itu sebuah pertanyaan bagus, saya tidak akan menjawab secara detail mengenai itu. Dengan memahami penjelasan saya di paragraf sebelumnya pasti anda bisa memahaminya” hal ini saya lakukan, karena ada pembatasan dari beberapa kode etik yang harus dipatuhi. Tapi bagi pembaca belajar psikologi tidak perlu khawatir, karena saya akan memberikan beberapa tips sebelum anda melakukan tes ini:
1. Usahakan anda melakukan persiapan sehari sebelum dengan istirahat yang cukup
2. Perhatikan secara seksama instruksi dari penguji atau tester. Jujur sesuai dengan aturan yang telah disepakati, karena itu akan mempengruhi hasil tes.
3. Jangan terlalu tergesa-gesa dalam menjumlah, karena ketelitian menjumlah angka juga dibutuhkan.
4. Tetap fokus dengan lembar anda, jangan terpengaruh dengan peserta lain.
5. Atur ritme dalam pengerjaan. Dengan memahami ritme pengerjaan, maka anda akan lebih mudah menyelesaikannya dan mendapat hasil yang optimal.

Read more...

Lowongan Kerja Sarjana Psikologi di PT. Anta Express Tour & Travel Service Tbk

Kamis, Juli 23, 2009

PT. Anta Express Tour & Travel Service Tbk (Antatour & Vayatour) sebagai perusahaan Tour & Travel terbesar. Perusahaan Kami merupakan bagian dari PARA GROUP (Trans TV, Trans 7, Bank Mega, Baskin Robbins, Coffee Bean, Mahagaya Group ) dan Kalbe Group.
Perusahaan kami sedang mencari kandidat – kandidat yang berbakat di bidangnya untuk posisi :
Recruitment Staff
Kualifikasinya :
- S1 Psikologi dari Universitas ternama dengan IPK 3.25

- Pria, single
- Fresh Graduate atau pengalaman 1 tahun
- Menguasai bahasa Inggris min passive
- Dewasa, bisa bekerja team, tahan bekerja dibawah tekanan, pekerja keras
- Mengerti teknik wawancara karyawan
- Penempatan di Jakarta Pusat

Bagi yang merasa mempunyai kualifikasi seperti yang disebutkan diatas bisa mengirimkan lamaran ke alamat :
Jl. Hayam Wuruk no 88
Jakarta 11160
atau email ke recruitment@ antatour. com

Read more...

Metode Belajar Untuk Balita

Metode belajar untuk anak balita sangat penting diperhatikan oleh orang tua. Mengingat hari ini adalah Hari Anak Nasional maka saya sedikit ingin berbagi mengenai metode ini karena anak merupakan penerus masa depan bangsa. Seperti yang sudah saya bahas pada posting terdahulu mengenai pre school, pertumbuhan otak anak mengalami masa emas pada usia 0-5 tahun. Di masa inilah anak-anak mulai diperkenalkan dengan belajar. Pada pengenalan belajar ini orang tua sangat berperan penting sehingga belajar dapat menjadi lebih optimal dan mengurangi kesalahan yang terjadi karena kekurang pahaman orang tua dapat menghambat keterampilan anak-anak dalam belajar.

Belajar untuk anak usia balita adalah memperkenalkan bagaimana cara mereka untuk belajar bukan hanya pembelajaran apa yang mereka dapat. Ada beberapa metode pembelajaran yang sebaiknya diperhatikan oleh orang tua, yaitu:
1. Orang tua dapat memperkenalkan anak-anaknya untuk memulai pekerjaan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tentunya bukan pekerjaan seperti orang dewasa, biarkan anak-anak untuk bermain sesuai dengan yang mereka inginkan dan biarkan mereka melakukannya hingga selesai. Usahakan agar orang tua jangan menghentikan permainan mereka sebelum anak-anak menyelesaikannya.
2. Metode belajar yang kedua adalah melatih anak untuk mengerjakan tugasnya sendiri. Biarkan anak Anda dengan bebas memilih mainan apa yang mereka inginkan dan biarkanlah mereka bermain sendiri dan berkreatifitas dengan mainan tersebut tanpa Anda damping, Anda hanya perlu mengawasinya. Metode belajar ini akan sangat berpengaruh pada kehidupannya karena dengan mengerjakan tugasnya sendiri mereka akan menjadi seseorang tang tidak mudah bergantung pada orang lain.
3. Metode belajar yang ketiga adalah melatih anak untuk menyukai membaca dan menulis. Berilah anak Anda sarana untuk menulis atau menggambar dan bebaskanlah anak-anak untuk mencorat-coret sesuai keinginan mereka. Lalu Anda mulai bisa mengarahkan anak Anda untuk mencontoh tulisan yang ada pada buku yang mereka sukai. Mengenai menumbuhkan minat baca anak-anak saya sudah membahasnya pada cara menumbuhkan minat baca. Semoga posting ini bias bermanfaat untuk Anda.

Read more...

Menyusun Program Belajar

Rabu, Juli 22, 2009

Menyusun Program belajar bisa dikatakan penting jika kita ingin meraih sukses dalam melakukan belajar. mengapa demikian? suatu hal yang perlu disadari oleh setiap orang bahwa dalam melakukan segala sesuatu pasti memiliki tujuan atau target yang maksimal bukan? dengan adanya target tersebut bisa jadi suatu program diperlukan untuk lebih mudah dalam menggapainya. Dalam posting kali ini saya tidak meperdebatkan penting atau tidaknya, melainkan saya akan sedikit berbagi kepada anda dalam menyusun program tersebut. Sebelum kita membahas lebih lanjut ada baiknya kita perlu mengetahui bahwa dengan menyusun program belajar kita menjadi lebih bisa meminimalisir usaha-usaha yang menyimpang dari target kita. Misalkan seorang mahasiswa yang berkeinginan memiliki nilai A untuk mata kuliah psikologi umum, tentu ia tidak mungkin mencantumkan nilai C pada sasaran program yang diharakan. Bila seorang mahasiswa menginginkan waktu 4 tahun untuk menyelesaikan studinya di fakultas psikologi, maka ia tidak merencanakan 5 tahun untuk menyelesaikannya.

Berikut beberapa hal yang perlu disajikan dalam menyusunnya:
1.Mata kuliah: Setiap mata kuliah perlu dimasukan. jangan meremehkan mata kuliah tertentu dan menganggap mudah.
2.Kemampuan: Setiap mahasiswa dapat emngukur kemampuannya. Sebagai contoh: masbow merasa sulit dalam mata kuliah filsafat. tetapi dengan mudah masbow menyelesaikan soal interview. Setiap mahasiswa perlu jujur dalam mengukur kmampuan yang dimilikinya.
3.Waktu: Perlu adanya waktu tambahan untuk mata kuliah yang dianggap sukar. Penambahan waktu tersebut dapat diupayakan melalui les tambahan.
4.Sasaran yang akan dicapai: Pembuat program perlu menuliskan target nilai terendah dan nilai tertinggi pada masing-masing mata kuliah.

Contoh :






Mata KuliahKemampuanWaktuSasaran Nilai
Bahasa IndonesiaCukup3 jam dalam satu minggu7-10
FilsafatKurang6 jam dalam satu minggu6-8
Interviewsedang4 jam dalam satu minggu8-9
ilmu jiwa dasarcukup3 jam dalam seminggu7-10

Program belajar diatas hanyalah sebuah contoh. Setiap mahasiswa dapat membuat kreasi sendiri menurut kebutuhan masing-masing.

Read more...

Belajar Dengan Berbuat (learning by doing)

Selasa, Juli 21, 2009

Belajar merupakan sebuah aktifitas yang selalu dilakukan setiap manusia selagi masih berinteraksi dengan lingkungannya, dari mulai dia berada dalam kandungan sampai ajal menjemputnya. jadi saya yakin sepenuh hati, pasti para pembaca artikel ini pernah melakukan aktifitas tersebut. Namun makna esensial apa sebenarnya yang bisa diambil dari belajar. anda mau tau?? silahkan kunjungi disini. Secara psikologis, manusia sebagai makhluk hidup mempunyai kebutuhan-kebutuhan tertentu dan manusia memiliki kecenderungan untuk berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Dalam rangka pencapaian kebutuhan-kebutuhan tersebut, manusia akan berperilaku dan sebagian perilaku tersebut merupakan sebuah proses belajar.
Seorang ahli pendidikan amerika serikat John Dewey menyebutkan Belajar dengan berbuat (learning by doing) adalah merupakan cara yang lebih efektif. Dengan kata lain, dalam mempelajari sesuatu itu tidak hanya mendengar dan membaca, melainkan harus aktif membuat ringkasan, gambar maupun membuat adegan dengan benda-benda konkrit atau sambil berpraktek.

Belajar bukan hanya aktifitas mendengar dan melihat tetapi juga aktifitas berbuat. Dengan berbuat maka akan lebih sempurna dalam menguasai apa yang dipelajari. misalkan saja seorang yang ingin menguasai tentang mesin mobil tidak hanya mendengar cerita tentang kerja mesin tersebut. melainkan dia harus mampu mengetahui bagian-bagian mesin, membongkar mesin dan memasangnya kembali, bahkan bila mampu dia mampu menyempurnakan mesin tersebut.

Seorang pelajar sejati adalah pelajar yang mampu menilai menginovasi dan menyempurnakan, tidak menerima sesuatu apa adanya, bersikap menilai sesuatu. ungkpan tersebut dimaksudkan agar pelajar tidak pasif. tetapi harus banyak bertanya, banyak melacak ilmu pengetahuan yang dipelajari dari berbagai sudut pandang. Jika saja hal itu dulakukan maka cara belajar dengan berbuat akan lebih bisa memberi banyak hasil di banding dengan belajar tanpa berbuat.

Read more...

Belajar menurut para ahli psikologi

Senin, Juli 20, 2009



Belajar merupakan istilah yang tidak asing lagi dalam kehidupan manusia sehari-hari. Karena telah sangat dikenal sekali mengenai belajar, seakan-akan orang telah mengetahui dengan sendirinya apakah yang dimaksud dengan belajar.namun jika ditanyakan kepada diri kita sendiri, maka akan muncul sebuah pertanyaan apakah yang dimaksud dengan belajar itu??
Kemungkinan akan banyak muncul berbagai definisi mengenai belajar, demikian pula di kalangan para ahli psikologi.
Berikut ini pendapat para ahli psikologi dalam memandang Belajar:
1.Skinner (1958) memberikan definisi belajar “Learning is a process progressive behavior adaptation”. Dari definisi tersebut dapat dikemukakan bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Ini berarti bahwa belajar akan mengarah pada keadaan yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. Disamping itu belajar juga memebutuhkan proses yang berarti belajar membutuhkan waktu untuk mencapai suatu hasil.
2.McGeoch (1956) memberikan definisi belajar “learning is a change in performance as a result of practice. Ini berarti bahwa belajar membawa perubahan dalam performance, yang disebabkan oleh proses latihan.
3.Kimble memberikan definisi belajar “Learning is a relative permanent change in behavioral potentiality occur as a result of reinforced practice. Dalam definisi tersebut terlihat adanya sesuatu hal baru yaitu perubahan yang bersifat permanen, yang disebabkan oleh reinforcement practice.
4.Horgen (1984) memberikan definisi mengenai belajar “learning can be defined as any relatively, permanent change in behavior which occurs as a result of practice or experience” suatu hal yang muncul dalam definisi ini adalah bahwa perilaku sebagai akibat belajar itu disebabkan karena latihan atau pengalaman.

Bertitik tolak dari hal tersebut diatas dapat dikemukakan beberapa hal mengenai belajar sebagai berikut:
•Belajar merupakan suatu proses yang mengakibatkan adanya perubahan perilaku (change in behavior or performance). Setelah belajar individu akan mengalami perubahan dalam perilakunya. Perilaku dalam arti luas dapat overt behavior atau covert behavior. Karena itu perubahan itu daoat dalam segi kognitif, afektif, dan dalam segi psikomotor.
•Perubahan perilaku itu dapat actual, yaitu yang menampak, tetapi juga dapat bersifat potensial, yang tidak menampak pada saat itu, tetapi akan nampak di lain kesempatan.
•Perubahan yang disebabkan karena belajar itu bersifat relative permanen, yang berarti perubahan itu akan bertahan dalam waktu yang relative lama, tetapi di pihak lain perubahan tersebut tidak akan menetap terus menerus, hingga suatu waktu hal tersebut dapat berubah lagi sebagai akibat belajar.
•Perubahan perilaku baik yang bersifat aktual maupun potensial yang merupakan hasil belajar, merupakan akibat dari latihan dan pengalaman.

Read more...

Tes inventori

Jumat, Juli 17, 2009


Tes inventori adalah tes-tes yang terutama menggunakan paper and pencil. Tes inventori merupakan self report Questionnare, untuk menentukan karakteristik-karakteristik kepribadian, minat (interested), sikap (attitude), dan nilai-nilai (value).
Tes inventori sangat berguna untuk mengetahui karakteristik kepribadian seperti minat, penyesuaian diri, motivasi, dan prasangka. Namun perlu di ingat bahwa alat-alat tes yang digunakan umumnya tidak ada yang sempurna dan masing-masing tes hanya menjelaskan satu atau beberapa aspek kepribadian.

Beberapa masalah dalam tes inventori kepribadian adalah:
1. Definisi kepribadian sedemikian banyak, sehingga seleksi yang tepat dari macam-macam definisi kepribadian perlu mendasari pemakaian tes inventori.
2. Tes inventori kepribadian tidak dapat bersifat culture free. Oleh karena itu aspek kultural harus di pertimbangkan, padahal nilai-nilai kultur selalu berubah. Sedangkan di sisi lain tes inventori diharapkan dapat memberikan profil kepribadian yang stabil.
3. Bila tes inventori kepribadian terlalu sensitif terhadap perubahan, maka sulit memperoleh reliabilitas yang tinggi.

Secara umum tes inventori kepribadian memiliki beberapa kelemahan, seperti;
1. Aitemnya ambigu dan perintah tidak jelas
2. Subjek ingin menunjukkan kesan-kesan tertentu kepada penguji.
3. Kesukaran semantik, penafsiran yang berbeda
4. Sikap subjek yang tak kooperatif/defensif
5. Faking atau tidak jujur.
6. Acquiscence; bila aitem yang dibuat lebih mengarah ke jawaban-jawaban tertentu.
untuk mengurangi kelemahan-kelemahan ini, tester perlu memahami tes yang hendak digunakan dengan baik sehingga menyajikan tes dengan baik.

Macam-macam Tes Inventori
- Tes Inventori kepribadian
1. MMPI (minnesota Personality Inventory)
2. CPI (california Psychological Inventory)
3. PIC (Personality Inventory for Children)
4. MCMI (Millon Clinical Multiaxial Inventory)
5. 16 PF (sixteen Personality Factor Questionnaire)
6. EPPS (Edward Perssonal Preference Schedule)
7. PRF (Personality Research Form)
8. Jackson Personality Inventory

- Tes Inventory Minat
1. SCII (Strong-Campbell Interest Inventory)
2. JVIS (Jackson Vocationalinterest Survey)
3. KPR-V (Kuder Preference Record - Vocational)
4. CAI (Career Assessment Inventory)
5. RM (The rothwell-Miller Interest Blank)

- Tes Inventori Nilai
1. Study OF Value
2. WVI (Work Value Inventory)

Berikut sedikit penjelasan mengenai Tes Inventori. Untuk membahas secara lengkap tiap alat tes akan saya posting di lain waktu..


Read more...

Pembelajaran psikologi "Mengaku Kalah Bukan Berarti Kalah"

Senin, Juli 13, 2009


"Mengaku kalah bukan berarti kalah" merupakan sebuah pembelajaran psikologi. Terkadang orang sulit untuk mengakui kekalahannya karena secara tidak sadar setiap manusia memiliki mekanisme pertahanan diri (self defense mechanism). Disini saya tidak terlalu banyak membahas apa dan bagaimana self defense mechanism. Namun jika anda ingin mengetahui lebih jelas, silahkan kunjungi disini. Dalam artikel saya kali ini saya akan sedikit menganalogikan melalui sebuah cerita ringan yang berkaitan dengan proses demokrasi yang belum lama berlangsung di Indonesia.

Tepat tanggal 8 juli 2009 Indonesia melangsungkan PEMILU 2009 untuk memilih calon Presiden dan Wakil Presiden. Tidak lama Setelah pemilihan berhasil, Hasil Quick Count diumumkan. Hasil Quick Count. Dari hasil itulah diketahui bahwa SBY-berboedi memiliki perolehan suara terbanyak. Di sisi lain ada berbagai pro dan Kontra dalam menanggapi Hasil Quick Count, Partai yang merasa puas dengan hasil suara akan menganggap bahwa hasil yang didapat itu objektif dan Partai yang tidak puas dengan hasil suara akan menganggap sebaliknya (tidak menerima kekalahan, bahkan menganggap hasil tidak objektif). Dari respon yang telah saya sebutkan di atas dapat diketahui bahwa cukup sulit untuk menerima kekalahan bukan? Seharusnya mereka yang kalah tidak merasa kalah karena mereka tetap bisa membantu di belakang layar untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Mereka mempunyai kekuatan yang besar untuk melakukan itu semua. Ide-ide cemerlang mereka sangat diperlukan untuk membantu pemerintahan kita.

Dari pembelajaran psikologi inilah kita dapat mengambil kesimpulan bahwa "mengaku kalah itu bukan berarti kalah".

Read more...

Seberapa pentingkah pre school?

Minggu, Juli 12, 2009


Pendidikan pra sekolah atau sering disebut pre school banyak menjamur di masyarakat. Dan sudah menjadi suatu trend di masyarakat. Pendidikan pra sekolah adalah suatu tempat dimana anak-anak berkumpul dan diajarkan untuk mempersiapkan diri mereka sebelum masuk ke sekolah. Ada pre school yang menawarkan pendidikn untuk anak-anak mulai dari usia yang sangat dini yaitu 6 bulan sampai usia cukup untuk masuk TK, yaitu sekitar umur 4 tahun. Apakah sebagai orang tua kita perlu mengikut sertakan mereka ke dalam sebuah pre school? Seberapa pentingkah pre school untuk anak-anak kita?Masa anak-anak usia pra sekolah mempunyai tugas perkembangan, yaitu:
1. Perkembangan Personal Sosial
kemampuan si kecil berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain/lingkungannya serta menilai bagaimana kemandiriannya.
2. Perkembangan Motorik Halus
kemampuan anak dalam mengoordinasikan mata dan kedua tangannya. Contohnya untuk menggambar, menjimpit kismis, mencoret, menyusun balok, dan sejenisnya.
3. Perkembangan Bahasa
kemampuan anak mendengar atau merespons suara, berbicara dan mengikuti perintah.
4. Perkembangan Motorik Kasar
kemampuan anak seperti jalan, melompat, dan sebagainya.

Selain itu masa 0-5 tahun merupakan ”golden age” dimana 80 persen otak anak berkembang pada masa tersebut. Pada masa tersebut peran orang tua sangat besar dalam mengawasi proses tumbuh dan berkembang otak anak. Pada masa ini informasi akan mudah diserap entah itu baik ataupun buruk. Maka sangatlah penting pendidikan sebelum sekolah itu dilakukan.

Jika orang tua mampu mandampingi anak untuk dapat mengoptimalkan tugas perkembangannya seperti yang dijelaskan di atas, orang tua tidak perlu membawa anak ke pre school. Karena dengan belajar sendiri di rumah bersama orang tua, orang tua bisa memantau langsung perkembangan anak dan bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan anak. Namun jika orang tua tidak memiliki banyak waktu untuk memberikan pendidikan pra sekolah, ada baiknya untuk menyertakan anak-anak ke pre school. Tetapi dengan menyekolahkan di pre school tidak berarti orang tua melepaskan tanggung jawab mendidik anak kepada guru, orang tua tetap harus bertanggung jawab dan selalu memperhatikan perkembangan anak. Selain itu ada beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam memilih pre school, yaitu:
1.Pilihlah pre school yang membuat anak merasa senang dan nyaman berada di dalamnya
2.Sebaiknya jangan memilih lokasi terlalu jauh dari rumah yang dapat menyebabkan anak merasa lelah
3.Pilihlah pre school yang memiliki program sit-in, sehingga anak dapat mencoba bersekolah di pre school tersebut selama beberapa hari untuk mengetahui apakah memang sesuai dan nyaman untuk anak anda

Read more...

Proquest: Cara mudah mendapatkan Jurnal Psikologi

Sabtu, Juli 11, 2009

Jurnal psikologi menjadi sangat penting bagi para mahasiswa, dosen dan guru sebagai bahan acuan untuk melakukan penelitian psikologi. mencarinya dapat dikatakan gampang-gampang sulit. Bisa dikatakan gampang bila kita mengetahui cara yang tepat untuk mencarinya dan bisa diakatakan sulit jika kita tidak mengetahui cara yang tepat untuk mencarinya. Dalam artikel saya kali ini saya akan sedikit berbagi bagaimana cara mencari yang tepat dan benar. Satu hal yang sangat penting sebelum anda mencari. Pastikan anda mengetahui keyword apa yang akan dicari dan mengetahui dimana anda mencarinya. Masih bingung anda mencari dimana?? tidak usah bingung, disini saya akan memberikan sedikit informasi tempat mencarinya. Anda dapat mengakses vendor penyedia layanan berbayar seperti Proquest dan EBSCO Namun untuk mendapatkan jurnal disana perlu akses ID dan pasword. Berikut ini saya akan memberikan cara mudah mencarinya:
1. Silakan ke alamat Proquest
Berikut tampilannya
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

2. Setelah Login, maka anda akan diminta mengisi Keyword. Masukan keyword yang berkaitan dengan jurnal yang dicari, jangan lupa untuk memberikan tanda centang di "full Text Document Only", Lalu klik "SEARCH"
Berikut tampilannya
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!
3. Kemudian akan muncul result yang berkaitan dengan keyword yang anda isikan,untuk download silahkan Klik saja tulisan "Full Text - PDF"
Ini merupakan contoh menggunakan keyword Depression
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

Demikian Cara mudah Mencari jurnal Psikologi dari saya.Semoga bermanfaat.

Read more...

Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak

Rabu, Juli 08, 2009


Menumbuhkan minat baca anak bisa menjadi hal yang begitu sulit ataupun begitu mudahnya. Saya tidak akan membahas banyak teori-teori psikologi dalam posting ini. Karena saya yakin sudah banyak yang membahas teori-teori tersebut.

Menurut Havighurts masa anak-anak
usia 6-12 tahun memiliki tugas perkembangan untuk mengembangkan kemampuan dasar dalam membaca. Dalam meningkatkan kemampuan untuk membaca tersebut seorang anak perlu didampingi oleh orang lain. Pendampingan bisa dilakukan oleh orang tua sebagai orang terdekat, guru, dan semua orang di lingkungan terdekat yang mampu mendampingi anak dalam menumbuhkan minat bacanya.

Ada beberapa point yang perlu diperhatikan dalam menumbuhkan minat baca anak, yaitu:
1.Orang tua sebagai orang yang terdekat dengan anak harus memberikan contoh bahwa membaca merupakan kegiatan menyenangkan dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari.
2.Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung anak untuk membaca, seperti menyediakan perpustakaan keluarga.
3.Menumbuhkan motivasi kepada anak dengan cara memberikan reward berupa suatu bacaan yang benar-benar mereka inginkan apabila anak mencapai suatu keberhasilan.
4.Memilih bahan bacaan yang tepat sesuai dengan umurnya. Misalnya jika usia anak masih dini dan mereka dalam tahap belajar membaca, berikan buku-buku yang menyertakan visualisasi yang memudahkan dan menyenangkan.
5.Menciptakan suasana membaca yang menyenangkan dengan meluangkan waktu untuk mendampingi anak dan memperhatikannya ketika mereka membaca.
6.Mintalah kepada anak untuk memilih menu makanannya sendiri jika sedang berada di rumah makan dengan menyodorkan daftar menu, bisa juga dengan bermain “mencari kata” ketika berada di tempat umum.
7.Adanya koordinasi antara orang tua dan guru tentang perkembangan belajar anak di sekolah, sehingga orang tua mengetahui minat baca anak.
8.Berikan porsi waktu yang cukup dalam membaca, hal ini bervariasi.

Jangan pernah memaksakan kehendak Anda agar anak mau membaca. Tumbuhkanlah minat baca anak dengan mengacu pada poin-poin di atas. Anda dapat berkreasi sesuka Anda dalam menumbuhkan minat baca anak.



Read more...

Review: Cara Meningkatkan Pengunjung Blog dengan Blogwalkingtools (jengah.com)

Sabtu, Juli 04, 2009


Meningkatkan pengunjung Blog dengan blogwalking dimana shoutmix sebagai alat bantunya itu sudah biasa dilakukan oleh para blogger bukan? dalam posting kali ini saya tidak membahas artikel mengenai psikologi. Namun, sedikit memberikan informasi baru mengenai blogwalkingtools. apa itu blogwalking tools?? Blogwalking tools merupakan sebuah alat bantu yang dapat mempermudah para blogger untuk menjalin pertemanan baru dan blogwalking ke blog yang belum pernah di kunjungi. masih bingung? tidak usah bingung. Langsung saja kunjungi jengah.com Rasakan dashyatnya, bagaimana anda disuguhi random blog yang dapat mempermudah anda menjalin pertemanan baru dan blogwalking ke blog yang belum pernah di kunjungi di seluruh penjuru dunia.

Read more...

  © Mas BOW by Situs Belajar Psikologi 2009

Back to TOP