Categories

Falsafah Jawa Sebagai Pembelajaran Berperilaku dalam Hidup

Minggu, Juni 28, 2009


Saya teringat sebuah falsafah Jawa yang sekiranya bisa menjadi pembelajaran terhadap perilaku kita selama hidup. Saya sudah lama mendengar falsafah ini namun entah dimana. Falsafah ini begitu terngiang-ngiang di benak saya karena maknanya yang begitu dalam. "Sak begja-begjane wong kang begjo, isih becik wong kang eling lan waspodo", seperti yang ditulis oleh Raden Mas Ronggowarsito.
Saya mencoba menyimpulkan makna yang terkandung di dalamnya yang mungkin bisa dijadikan pembelajaran hidup bagi saya dan juga Anda semua. Pembelajaran pertama kita sebagai manusia diharapkan untuk selalu ingat dengan Sang Pencipta saat kita masih dikaruniai kemampuan bernafas. Selalu sadar diri bahwa kita hidup bukan untuk di dunia saja tapi masih ada kehidupan yang kekal setelah ini. Kita harus selalu memiliki tujuan hidup yang tentunya membawa kebaikan dalam dalam hidup kita yang tentunya harus sejalan dengan jalan Sang Pencipta.

Pembelajaran yang kedua bahwa kita hendaknya selalu waspada dengan apa yang akan terjadi. Jadi bisa diartikan, selalu siapkanlah hati Anda untuk menghadapi apapun yang terjadi kepada Anda. Janganlah terlalu gembira apabila ada mendapat kebahagiaan, bukan berarti tidak boleh merasa senang tapi janganlah terlalu larut dalam kebahagiaan sehingga melupakan siapa diri Anda. Juga ketika Anda mendapat kesusahan, selalu siapkan mental Anda bahwa kehidupan tidak selalu dalam keadaan yang mapan. Terkadang Sang Pencipta memberi cobaan kepada kita, disitu kata waspada sangat berperan untuk pembelajaran sikap kita.
Masih banyak falsafah Jawa lain yang bisa menjadi pedoman hidup bagi kita semua dalam kehidupan sehari-hari.

Read more...

Pembelajaran Psikologi Mengatasi Masalah Dengan Berfikir Cerdik Dan Cerdas

Sabtu, Juni 27, 2009



Dalam posting kali ini saya akan berbagi cerita tentang pembelajaran psikologi dalam mengatasi masalah dengan berfikir hendaknya harus dengan cerdik dan cerdas. Sudah lama rasanya tidak menulis di sini, menimbulkan kerinduan di benak saya untuk kembali bercerita dengan Anda di dunia maya. Ada sebuah cerita yang kiranya menarik untuk berbagi dengan Anda. Semoga cerita ini bisa mamberikan manfaat dalam kehidupan saya dan anda sehari-hari. Di sebuah hutan belantara ada dua kubu binatang yang sedang berkompetisi. Kubu A terdiri dari seekor kancil dan seekor kelinci sedangkan kubu B teridi dari seekor kura-kura dan seekor semut. Kompetisi ini berupa lomba kecepatan untuk mencapai suatu titik yang telah ditentukan oleh kedua belah pihak, dimana pihak yang lebih cepat mencapai garis finish dialah yang akan memenangkan kompetisi tersebut.
Kompetisi dimulai, kubu A yang terdiri dari kancil dan kelinci langsung melaju dengan cepatnya dan kubu B yang terdiri dari kura-kura dan semut jauh tertinggal di belakang.

Kompetisi mulai seru ketika lintasan terhambat oleh sebuah sungai yang arusnya cukup deras. Kubu A yang lebih dulu sampai di sungai mulai panik. Kancil berkata pada kelinci “bagaimana ini aku tidak bisa berenang, kamu saja dulu yang menyeberang sungai ini”. Sedangkan kelinci berkata “tidak kancil aku takut, kamu saja yang berenang lebih dulu”. Perdebatan terus berlangsung hingga memancing tingkat emosional mereka. Hingga tanpa mereka sadari, lawan mereka, kura-kura dan semut berjalan dengan perlahan namun pasti mulai menyusul mereka. Ketika sampai di bibir sungai kura-kura berkata kepada semut “naiklah ke tempurungku, aku akan membawamu menyeberangi sungai ini”. Semut pun mematuhi perkataan kura-kura dan akhirnya mereka dapat menyeberangi sungai lalu melajutkan hingga ke garis finish terlebih dahulu sehingga memenangkan kompetisi tersebut.

Dari analogi di atas dapat ditarik kesimpulan, apabila menghadapi masalah jangan saling mengkambing hitamkan. Berfikirlah dengan tenang. Ingatlah bahwa masalah pasti akan terselesaikan jika kita berfikir cerdik dan cerdas

Read more...

  © Mas BOW by Situs Belajar Psikologi 2009

Back to TOP