Categories

Kajian Psikologi Pendidikan: Kekerasan Dunia Pendidikan di Bandung

Kamis, Agustus 27, 2009

Guru sering disebut dalam bahasa jawa digugu dan ditiru. Jadi, seorang guru itu perlu menjaga tingkah lakunya, karena seorang guru itu menjadi panutan bagi anak didiknya. Lain hal dengan seorang Guru agama SMP Pasundan 7 di Bandung, Dia bukan termasuk kategori Guru yang patut di gugu dan di tiru. Begitu herannya, bisa-bisanya seorang guru menyulutkan korek api ke wajah anak didiknya dengan alasan memberikan pembelajaran mengenai “panasnya api neraka lebih panas dibanding panasnya api di dunia”.Kasus ini bukan merupakan kasus kekerasan pertama kalinya di dunia pendidikan Indonesia. Cukup banyak korban kekerasan di dunia pendidikan. Kira kira mengapa masih terus saja terdengar rentetan kasus kekerasan di dunia pendidikan yang hampir serupa?

Secara Ilmu Psikologi Contoh kasus kekerasan pendidikan diatas tergolong kategori perilaku agresi. Bisa dikatakan Perilaku agresi, karena seseorang memberikan stimulus tidak menyenangkan yang merugikan orang lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Baron & Byrne, 1994; Brehm & Kassin, 1993; Brigham, 1991 yang menyatakan bahwa agresi merupakan perilaku yang dimaksudkan menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis.

Jika kita pandang dari salah satu teori agresi yang dipelopori Dollard, Doob, Miller, Mowrer, dan Sears pada tahun 1939 (Brigham, 1991) yaitu Frustrasi-agresi atau hipotesis frustrasi-agresi (frustration-aggression hypothesis) perilaku yang dilakukan oleh guru Agama di Bandung Bisa timbul akibat sebuah masalah yang tidak teratasi dan memicu timbulnya frustasi yang pada akhirnya dapat memunculkan perilaku penyaluran agresivitas pada situasi yang kurang tepat. Masih bingung? Begini contoh sederhananya Jika saja Sebuah teko di isi terus dengan air tanpa menuangkan sedikitpun air ke dalam gelas, apa yang akan terjadi? Tentunya air di dalam teko akan mencari celah keluar, dengan kata lain air dalam teko akan membludak keluar. Jadi dalam kasus ini seorang guru perlu lebih banyak belajar bagaimana mengelola frustasi yang dapat menimbulkan perilaku agresi. Kiranya memang para pemerhati dunia psikologi dalam bidang pendidikan memberikan program pelatihan manajemen frustasi atau masalah (problem Solving) kepada seorang guru sebagai upaya meminimalisir terjadinya kasus kekerasan serupa di bidang pendidikan. Tulisan ini hanyalah sebuah buah pikir seorang yang awam dalam ilmu Psikologi. Bagaimana menurut para pembaca situs Belajar Psikologi?

Daftar Pustaka
Baron, R.A., dan Byrne D.B, 1994 Social Psychology. Under Standing Human Interaction. Boston: Allyn & Bacon.

Bringham, J.C., Social Psychology. New York: Harper colligns. Publishers Inc.

Artikel Terkait Lainnya :


5 komentar:

HeQris mengatakan...

tanks sob atas infonya,kekerasan pada pendidikan sudah gak jaman sob,,

Trik-tips Blog mengatakan...

wah memang tuh sob kekerasan di dunia pendidikan memang sangat menyedihkan bagi Pendidikan Anak Indonesia hahaaa termasuk saya sendiri waktu masuk sekolak Pelayaran di Jakarta

Mas Dhani mengatakan...

Semoga pola pendidikan kita semakin baik.

Brandal Surga mengatakan...

Mungkin dengan meningkatkan kesejahteraan guru bs meminimalisir perasaan stress yg bs jd dilampiaskan ke anak didiknya. Meski hal itu bukan faktor utama juga seorang guru menjadi kasar & arogan.

jurug mengatakan...

ya.. guru itu waGu tur saRU..

sekarang guru cuma maunya gaji banyak dan kejar jabatan doang..

Posting Komentar

  © Mas BOW by Situs Belajar Psikologi 2009

Back to TOP