Categories

Tes Kraepelin

Sabtu, Juli 25, 2009

Tes kraepelin merupakan tes yang sering digunakan dalam rekruitment karyawan. Bagi anda yang pernah mengikuti tes kerja, tentunya anda pernah melakukannya. Dimana anda disuguhi lembaran kertas yang penuh berisi angka-angka dan anda diminta menjumlahkan angka diatas atau dibawahnya yang berdekatan dalam satu kolom dan menulis hasilnya di antara angka tersebut, kemudian sesuai dengan waktu yang telah ditentukan tester atau penguji akan meminta anda melanjutkan ke kolom selanjutnya sampai waktu tes berakhir. Sebelum membahas lebih jauh, baiknya kita mengetahui contoh dan sejarah alat tes psikologi tersebut.

Berikut contohnya:
1
>>4
3
>>7
4
>>9
5
>>1
6

Keterangan: lihatlah penjumlahan angka di kolom pertama 5 + 6=1. mengapa demikian? Ya memang seperti itu, karena penjumlahan hanya ditulis 1 digit. jadi misalkan ada penjumlahan angka 7+5 maka anda hanya menuliskan 2

Tes kraepelin diciptakan oleh seorang psikiater jerman bernama Emilie kraepelin pada tahun 1856 – 1926. Alat tes ini terlahir karena adanya dasar pemikiran dari faktor-faktor yang khas pada sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku. Pada mulanya merupakan tes kepribadian. Namun dalam pekembangannya telah berubah menjadi tes bakat, dengan cara merubah tekanan skoring dan interpretasi. Satu hal yang perlu anda ketahui bahwa alat tes ini akan mengungkap beberapa faktor bakat diantaranya: kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan kerja di dalam tekanan.

Pasti para pembaca akan bertanya-tanya Mengapa tes psikologi ini sering disajikan di setiap tes kerja? Jika ditanya demikian saya akan berkata ”Itu sebuah pertanyaan bagus, saya tidak akan menjawab secara detail mengenai itu. Dengan memahami penjelasan saya di paragraf sebelumnya pasti anda bisa memahaminya” hal ini saya lakukan, karena ada pembatasan dari beberapa kode etik yang harus dipatuhi. Tapi bagi pembaca belajar psikologi tidak perlu khawatir, karena saya akan memberikan beberapa tips sebelum anda melakukan tes ini:
1. Usahakan anda melakukan persiapan sehari sebelum dengan istirahat yang cukup
2. Perhatikan secara seksama instruksi dari penguji atau tester. Jujur sesuai dengan aturan yang telah disepakati, karena itu akan mempengruhi hasil tes.
3. Jangan terlalu tergesa-gesa dalam menjumlah, karena ketelitian menjumlah angka juga dibutuhkan.
4. Tetap fokus dengan lembar anda, jangan terpengaruh dengan peserta lain.
5. Atur ritme dalam pengerjaan. Dengan memahami ritme pengerjaan, maka anda akan lebih mudah menyelesaikannya dan mendapat hasil yang optimal.

Artikel Terkait Lainnya :


9 komentar:

zhanzhe mengatakan...

Bedanya tes Kraeplin sama tes Pauli apa yah, masbow? Bingung saya... hehe.

Anonim mengatakan...

hahah pauli kraeplin...itu nama orang yg nemuin test itu..hehe

Anonim mengatakan...

minta norma norma nya kreplin dong..
byar bisa ngoreksi....hehe

yudha mengatakan...

mas kekurangan dan kelebihan kraeplin apa ya... ane dapat tugas dari dosen nehh...

Anonim mengatakan...

Pauli lebih banyak jumlah angkanya dibanding kraepelin..waktu pngerjaannya juga lebih lama.tes pauli lebih bisa digunakan untuk diagnostik mendalam sementara kraepelin yang lebih praktis lebih untuk asesmen tenaga kerja

Tasya Zigy mengatakan...

Aq minta contoh nya dunk alat tes kreplin????bisa ga kirimin ke Blog aq!!!

Tasya Zigy mengatakan...

ce elah...gue mau buat ah tes Kreplin

Anonim mengatakan...

trims infonya.....

Anonim mengatakan...

Bisa minta norma & interpretasi Kraeplin? saya perlu untuk analisa hasil tes, krn catatan jaman kuliah dah ga tau kemana. Tks ya

Poskan Komentar

  © Mas BOW by Situs Belajar Psikologi 2009

Back to TOP