Categories

Pendekatan Psikoterapi Islami

Minggu, Oktober 26, 2008

Manusia memiliki dua unsur yaitu unsur fisik dan ruh. Dimana unsur fisik memiliki kecenderungan nafs amarah yang selalu mengikuti hawa nafsu yang memiliki prinsip pemenuhan terhadapaspek – aspek fisik yang harus dipenuhi, sedangkan unsur ruh memiliki kecenderungan nafs muthmainah yaitu nafs yang memberi ketenangan dalam diri manusia. Selama hidupnya manusia pasti akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan, yaitu kebutuhan badaniah atau somatik, diantaranya: makan, minum pakaian, rumah, sex, perlindungan dan kebutuhan psikologis meliputi antara lain: keamanan, kasih sayang yang memiliki prinsip untuk dipenuhi, Jika manusia cenderung lebih mementingkan pemenuhan kebetuhan tersebut, maka nafs amarah yang lebih berperan dalam dirinya sehingga manusia lebih mengikuti hawa nafsunya. Sebaliknya, jika manusia tidak hanya mementingkan pemenuhan terhadap kebutuhan fisiknya, tetapi manusia juga mementingkan kebutuhan akan ruhnya, maka nafs muthmainahlah yang berperan dalam dirinya yang akan memberikan diri yang tenang.

Pada kenyataanya dalam kehidupan manusia terkadang mengalami hambatan terhadap pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun psikologis karena adanya suatu penghalang, atau bisa juga disebut frustasi yang dapat membuat kita menjadi stress bahkan depresi dan terkadang ada manusia yang sampai mengakhiri nyawanya dengan bunuh diri karena tidak mampu menyelesaikan masalahnya.

Jadi disfungsional terjadi karena ketidakseimbangan antara nafs amarah yang selalu mengikuti hawa nafsu dan nafs muthmainah yang memberi ketenangan dalam diri manusia. Dengan kata lain nafs amarahlah yang lebih mendominasi atau berperan.

- Pendekatan yang Dilakukan
Pendekatan yang dilakukan adalah melakukan ritual keagamaan dengan cara (a) Puasa, (b) Sholat, (c) sedekah. Ritual keagamaan tersebut bertujuan untuk mentranformasikan diri dari fisik ke ruh, dengan kata lain memberi keseimbangan antara nafs amarah dan nafs muthmainah yang dapat menyadarkan diri kita untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah yang didasari rasa pasrah, ikhlas menyerahkan segalanya kepada-Nya (bukan berarti kita hanya diam atau tidak melakukan usaha apa- apa) sehingga dapat memberikan perasaaan tenang dalam hidup dan mengetahui kehendak Allah SWT..

Read more...

Pendekatan Psikoterapi Rational Emotive therapy

Rabu, Oktober 22, 2008

Manusia adalah mahluk yang paling mulia dan sempurna di dunia ini. Manusia sangat berbeda sekali dengan binatang, kita diciptakan mempunyai nafsu dan akal pikiran, sedangkan binatang hanya mempunyai nafsu saja. Berbeda lagi dengan malaikat, malaikat hanya mempunyai rasa bakti, tetapi tidak mempunyai nafsu. Manusia diciptakan oleh Allah S.W.T. dengan sebaik-baik bentuk, baik secara lahiriah maupun batiniah. Jadi, yang membedakan manusia dengan mahluk lainya adalah di- bekalinya manusia dengan akal dan pikiran. Namun di jaman era globalisasi ini sering kita jumpai banyak manusia mengalami masalah yang begitu sulit untuk di selesaikan yang menyebabkan manusia tersebut menjadi stress bahkan depresi dan terkadang ada manusia yang sampai mengakhiri nyawanya dengan bunuh diri karena tidak mampu menyelesaikan masalahnya.
Berdasarkan paparan di atas saya selaku penulis bertanya – Tanya, mengapa manusia yang merupakan mahluk yang paling sempurna terkadang mengalami kesulit dalam mengatasi masalahnya? Dalam tulisan ini saya berusaha memaparkan hakikat masalah dan bagaimana pendekatanya berdasar perspektif psikoterapi Rational Emotive therapy.

PERSPEKTIF PSIKOLOGI KONSELING Rational Emotive therapy
Rational emotive therapy merupakan teori yang dikemukakan oleh Albert Ellis, teori ini memandang masalah pada hakikatnya terletak pada keyakinan tidak rational, bukan terletak pada sesuatu yang terjadi.

Hakikat Masalah
Menurut pendekatan teori ini, manusia memiliki tiga potensi pokok, yaitu: (a) Potensi berpikir, baik yang rasional maupun tidak rasional, (b)Kecenderungan untuk menjaga kelangsungan keadaan dirinya, keberadaanya, kebahagiaan, kesempatan memikirkan dan mengungkapkanya dengan kata – kata, mencintai, berkomunikasi dengan orang lain, serta terjadinya pertumbuhan dan aktualisasi diri, (c) Memiliki dorongan dari dalam dirinya untuk merusak diri sendiri, menghindar dari memikirkan sesuatu, menunda – nunda, berulang – ulang melakukan kekeliruan, percaya pada tahayul, tidak memiliki tenggang rasa, menjadi perfeksionis, menyalahkan diri sendiri, dan menghindari adanya aktualisasi potensi pertumbuhan yang dimilikinya.
Pada hakikatnya teori ini mendorong manusia untuk mau menerima dirinya sebagai mahluk yang memiliki sisi negatif (selalu membuat kesalahan) dan sisi positif (belajar hidup damai dengan dirinya sendiri).
Masalah atau gangguan emosional berasal dari (a) kita mempelajari keyakinan yang tidak rasional adalah dari orang lain yang signifikan pada masa kanak – kanak, (b) Kita sendiri yang menciptakan dogma dan takhayul (superstision) yang tidak rasional itu, kemudian (c) secara aktif kita menanamkan kembali keyakinan keliru itu dengan jalan memproses sugesti pada diri sendiri (self repetition).
Jadi disfungsional terjadi karena sebagian besar pergaulan yang kita buat sendiri terhadap pikiran yang tidak rasional yang diindoktrinasikan kepada kita dulu yang memberikan tuntutan kepada kita agar dunia ini seharusnya, seyogyanya, dan harus berbeda.

Ellis menggambarkan hakikat masalah ini dengan konsep berikut:
A (Activing event) B (Believe) C(emotional and behavioral consequence)

-A adalah keberadaan fakta, suatu peristiwa, atau perilaku atau sikap seorang individu
-B adalah Keyakinan si pribadi (A), pandangan, nilai, atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa.
-C adalah Konsekuensi emosi dan perilaku ataupun reaksi si individu; reaksi tersebut bisa cocok atau tidak.

Dalam konsep ini peristiwa yang sedang terjadi pada (A) tidak menjadi penyebab pada (C/konsekuensi emosi), melainkan (B/keyakinan si pribadi pada A) yang menjadi penyebabnya. Misalnya, apabila seorang mengalami depresi setelah bercerai dengan suami / istrinya, mungkin bukan perceraian (A) itu sendiri yang menjadi penyebab reaksi dalam bentuk depresi, tetapi keyakinan si individu (B) bahwa ia gagal, merasa di tolak, atau kehilangan pasangan yang menjadi penyebabnya.

Pendekatan yang Dilakukan
Pendekatan yang dilakukan adalah melakukan disputing intervention (meragukan/ membantah) (D) terhadap keyakinan dan pemikiran yang tidak rasional pada (B) agar berubah pada keyakinan , pemikiran dan falsafah rasional yang baru (E), sehingga lahir (F) yaitu perangkat perasaan yang baru, dengan demikian kita tidak akan merasa tertekan, melainkan kita akan merasakan segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada.

Teori pendekatan DEF dari ellis jika digambarkan dalam bentuk bagan adalah demikian:
D (disputing intervention) E (effect) F (new Feeling)
- D adalah yang meragukan atau membantah. Pada isensinya merupakan aplikasi dari metode ilimiah untuk menolong klien membantah keyakinan irasional. Ellis dan Bernard (1986) melukiskan tiga komponen dari proses membantah ini:
Pertama: klien belajar cara mendeteksi keyakinan irasional mereka, terutama kemutlakan seharusnya dan harus, sifat berlebihan, dan pelecehan pada diri sendiri.
Kedua: klien memperdebatkan keyakinan yang disfungsional itu dengan belajar cara mempertanyakan semua itu secara logis dan empiris dan dengan sekuat tenaga mempertanyakan kepada diri sendiri serta berbuat untuk tidak mempercayainya.
Ketiga: klien belajar untuk mendiskriminasikan keyakinan yang irasional an rasional.
- E adalah falsafah efektif, yang memiliki segi praktis. Falsafah rasional yang baru dan efektif terdiri dari menggantikan yang tidak pada tempatnya dengan yang cocok. Apabila itu berhasil maka akan tercipta F atau new feeling
- F adalah perangkat perasaan yang baru. Kita tidak lagi merasakan cemas yang sungguh-sungguh, melainkan kita mengalami segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada.

Pribadi yang tidak sehat adalah pribadi yang terbelenggu oleh ide tidak rasionalnya dan suka menyalahkan diri sendiri maupun orang lain. Menurut teori ini bahwa menyalahkan adalah merupakan inti dari sebagian gangguan emosional.

Read more...

Mencapai Kebermaknaan Hidup

Senin, Oktober 20, 2008

Kebermaknaan hidup sangat perlu dipahami oleh setiap manusia. Siapapun dia, Presiden, angota DPR, bahkan rakyat biasa, karena menurut Bastaman (1996) jika individu tidak berhasil menemukan dan memenuhi makna hidup biasanya menimbulkan semacam frustrasi eksistensial, dimana individu merasa tidak mampu lagi dalam mengatasi masalah-masalah personalnya secara efisien, merasa hampa, tidak bersemangat, dan tak lagi memiliki tujuan hidup.

Berkaitan dengan kebermaknaan hidup Victor E.Frankl (1985) seorang tokoh psikologi eksistensial dalam konsep logoterapinya mengatakan bahwa kebermaknaan hidup disebut sebagai kualitas penghayatan individu terhadap seberapa besar ia dapat mengembangkan dan mengaktualisasikan potensi-potensi serta kapasitas yang dimilikinya, dan terhadap seberapa jauh ia telah berhasil mencapai tujuan-tujuan hidupnya, dalam rangka memberi makna atau arti kepada kehidupannya. Frankl (2003) dalam buku terjemahannya mengatakan bahwa masing-masing individu memiliki pengertian yang berbeda tentang makna karena setiap orang berada dalam medan sendiri dan memiliki misi sendiri dalam hidupnya.
Frankl (Koeswara, 1987) juga mengemukakan bahwa manusia bisa menemukan makna melalui realisasi nilai-nilai manusiawi yang mencakup nilai kreatif, nilai estetis, nilai etis dan nilai pengalaman (experiential value). Ini berarti bahwa manusia, di samping melalui kehidupan keagamaan, bisa menemukan atau menciptakan makna hidup melalui kerja, melalui pertemuan dengan keindahan dan kebenaran, melalui pertemuan dan cinta dengan sesama, dan melalui pengalaman-pengalaman. Berikut ini saya akan sedikit berbagi mengenai metode-metode Menurut Bastaman (dalam Kitab, 1998) dalam menemukan kebermaknaan hidup sebagai upaya untuk menemukan kembali kesadaran akan makna dan orientasi hidup, diantaranya:

a.Pemahaman pribadi dan pengubahan sikap. Manfaat dari metode ini adalah untuk (1) mengenali keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan pribadi, (2) menyadari keinginan dari mesa kecil hingga sekarang serta memahami kebutuhan-kebutuhan apa yang mendasari keinginan-keinginan itu, (3) merumuskan secara lebih jelas dan nyata hal-hal yang diinginkan untuk masa mendatangkan dan menyusun rencana secara realistis untuk mencapainya.

b.Bertindak positif, yakni menerapkan hal-hal yang baik dan positif dalam berperilaku dan tindakan nyata sehari-hari.

c.Pengakraban hubungan, yakni hubungan akrab seorang pribadi dengan pribadi yang lain sedemikian rupa sehingga dihayati sebagai hubungan yang dekat, mendalam, saling percaya dan saling memahami. Jadi terdapat semacam dukungan sosial. Dengan cara ini seseorang merasa dirinya berharga dan bermakna, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain, karena hal ini merupakan salah satu sumber makna bagi manusia.

d.Pendalaman tri nilai. Tri nilai di sini adalah (1) pendalaman nilai-nilai kreatif, yaitu dengan memberikan sesuatu yang berharga bagi kehidupan, (2) pendalaman nilai-nilai penghayatan, dimana individu mencoba memahami, meyakini dan mengahayati berbagai nilai yang ada dalam kehidupan, seperti keindahan, kebijakan, keimanan, kebajikan dan cinta kasih, (3) pendalaman nilai-nilai bersikap, yakni memberi kesempatan kepada seseorang untuk mengambil sikap yang tepat terhadap kondisi dan peristiwa yang hadir dalam kehidupannya. Dengan mengambil sikap yang tepat maka beban pengalaman tragis akan berkurang, bahkan mungkin peristiwa itu dapat memberikan pengalaman yang berharga dan menimbulkan makna tertentu, yang dalam sehari-hari disebut dengan hikmah.

e.Ibadah. Dalam pengertian umum ibadah adalah segala kegiatan melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan, dan mencegah diri dari hal-hal yang dilarang-Nya menurut ketentuan agama.Sedangkan dalam pengertian khusus ibadah adalah ritual untuk mendekatkan diri kepada Allah melaui cara yang diajarkan dalam agama.

Bastaman, H.D. 1996. Meraih Hidup Bermakna, Kisah Pribadi dengan Pengalaman Tragis. Jakarta: Paramadina.

Frankl, V.E. 2003. Logoterapi: Terapi Psikologi Melalui Pemaknaan Eksistensi. Terjemahan Murtadlo. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Kitab, F. 1998. Logoterapi: Kiat Meraih Kembali Hidup Bermakna. Diperoleh dari Suhuf, Edisi No.01 /Tahun V/1998.

Koeswara, E. 1987. Psikologi Eksistensial, Suatu Pengantar. Bandung: PT Eresco.

----------. 1992. Logoterapi. Yogyakarta: Kanisius.

Read more...

Locus Of Control

Kamis, Oktober 16, 2008

Locus of Control atau (loc) adalah bagaimana seorang individu mengartikan sebab musabab dari suatu peristiwa.
Locus of Control ada dua
1.Internal locus of control: Seseorang dengan internal locus of control adalah mereka yang merasa bertanggung jawab atas kejadian - kejadian tertentu.
Co: Dalam ujian Akhir Nasional seorang siswa memperoleh nilai grade yang rendah sehingga menyebabkan ia tidak dapat masuk PTN di Jakarta, sehingga ia berfikir bahwa memang kemampuan intelegensi yang dimilikinya kurang.
2.External locus of control: Seseorang dengan External Locus of Control adalah mereka yang seringkali menyalahkan (atau bersyukur) atas keberuntungan, petaka, keadaan dirinya, atau kekuatan - kekuatan lainya di luar dirinya.
Co: Dalam UAN seorang siswa dapat lolos masuk PTN di Jakarta karena dia mencobanya berulang - ulang. Sehingga Ia berfikir baahwa ia dapat masuk PTN karena faktor keberuntungan, peminat yang mendaftar di PTN tersebut sedikit atau nilai grade di PTN tersebut turun.

Mana yang Baik, Internal LOC atau External LOC?
Dalam menerapkan internal Locus of Control dan external Locus of Control kita perlu memahami peristiwa apa yang kita hadapi, apakah positif (keberhasilan) atau negatif (kegagalan). Jika positif, alangkah baiknya kita menerapkan internal Locus of Control. Sedangkan jika negatif, alangkah baiknya kita menerapkan External Locus of control. Untuk lebih jelasnya, berikut penerapan internal locus of control dan external locus of control.

Penerapan Internal Locus of Control pada waktu menghadapi keadaan yang positif (keberhasilan). Contoh: Siswa lulus Tes TOEFL > Ia berfikir bahwa memang ia memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik > Jika ia melakukan tes TOEFL di lain waktu dia akan percaya diri sehingga kemungkinan akan lulusnya semakin besar

Penerapan External Locus of Control pada waktu menghadapi keadaan yang negatif (kegagalan). Contoh: Siswa tidak lulus tes TOEFL karena pada waktu tes dia dalam keadaan sakt flu > Ia berfikir bahwa kegagalan yang ia alami karena keadaan sakit flu yang kurang mendukung, bukan karena kemampuan bahasa inggris yang buruk > Sehingga harga diri dan rasa percaya dirinya terlindung dengan baik. Pada lain kesempatan sewaktu ia tidak sakit flu ia akan mampu melakukan tes dengan baik dan lulus tes TOEFL.

Read more...

Sedikit Upaya Untuk Menghentikan Perilaku Merokok

Berhenti merokok!!! mungkin sangat sulit melakukanya bagi para pecandu rokok.. Dalam posting ini saya sedikit berbagi bagaimana kita dapat berhenti merokok. Yang pertama harus kita pahami adalah bahaya rokok dari segi kesehatan yang dapat mengakibatkan kerusakan gigi, stroke, jantung koroner, kanker paru-paru, kanker kerongkongan, bronchitis, impotensi dan kondisi lainnya yang sama sekali tidak 'gagah'.Yang kedua pahami juga berapa banyak nilai rupiah yang telah dikeluarkan untuk membeli rokok, misalkan saja anda merokok 1bungkus/ hari. Berapa banyak anda mengocek kantong anda jika anda merokok selama satu bulan (RP9000 x 30 =Rp.270.000,00) cukup besar bukan??? Yang sebenarnya dana tersebut dapat anda gunakan untuk hal lain yang lebih menguntungkan. seperti: membeli baju (Bagi yang suka belanja), membeli pulsa (bagi yang suka Sms dan telfon), Usaha kecil-kecilan (Bagi yang suka usaha), Membeli buku (bagi yang suka membaca), dan masih banyak lagi.

Terdapat Beberapa hal yang paling penting untuk dilakukan jika anda ingin berhenti merokok

1.Niatkan dalam hati anda bahwa anda betul-betul ingin berhenti merokok.
2.Buat suatu alasan mengapa anda berhenti merokok.
3.Minta bantuan orang tua, pacar, teman, keluarga terdekat untuk selalu mengingatkan anda untuk tidak merokok.
4.Lakukan sekarang, jangan menunda-nunda.

Jika anda telah melalui tahapan tersebut coba dengarkan secara rutin alunan suara "merdu" yang mungkin dapat membantu anda melepaskan dari ketergantungan rokok
DOWNLOAD DISINI TERAPI ROKOK

Read more...

Lowongan Kerja Sarjana Psikologi

Mabes Polri membuka pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) POLRI T.A 2008. Diantara kualifikasi pendidikan yang diterima adalah sarjana kedokteran, Apoteker dan Psikologi serta sarjana yang lain
Perasyarat umum:
1. WNI
2. Usia min 18Th dan max 35 Th
3. tidak pernah dihukum/penjara
4. Tidak pernah diberhentikan dgn tidak hormat dari Calon pegawai negeri/pegawai negeri atau diberhentikan tidak hormat sbg pegawai swasta
5. berkelakuan baik
6. sehat jasmani dan Rohani
7. masa dinas pegawai min 5 Th

Syarat khusus
1. surat lamaran bermaterai RP.6000,- ditujukan kepada KAPOLRI U.p De SDM Kapolri (ditulis tangan dgn huruf balok dan tinta hitam)
2. FC Ijazah perguruan Tinggi yg dikeluarkan oleh rektor
3. RH singkat
4. FC SKCK dari polres setempat
5. Surat Ket sehat Jasmani dan Rohani dari institusi kesehatan resmi
6. FC akte kelahiran
7. FC kartu kuning
8. FC KTP

Berkas lamaran dibuat 1 bendel dan dimasukkan kedalam stofmap serta diberi nama, kualifikasi pendidikan dan jurusan serta kode pendidikan
stofmap warna kuning untuk pendidikan S.1/S.2/Profesi

Pendaftaran dilaksanakan melalui pos dengan alamat pada sampul surat:
PANITIA PUSAT PENERIMAAN CPNS POLRI T.A 2008
Gedung TNCC Lantai 10, Jl. Trunojoyo No.3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan KOde POs 12110

Paling lambat tertanggal 22 Oktober 2008
untuk lebih jelasnya lihat pengumuman di Polda/Polwil setempat.

Read more...

Tubuh Kita Juga Perlu Hadiah

Selasa, Oktober 14, 2008

Pada posting kali ini saya mengajak semua pembaca untuk flashback ke masa lalu Anda mengenai berapa banyak waktu yang telah Anda habiskan untuk memanfaatkan tubuh kita untuk bekerja. Coba ingat-ingat berapa banyak waktu yang telah Anda habiskan untuk mengerjakan tugas sekolah, mengerjakan tugas kantor, mengerjakan pekerjaan rumah, mengurus anak, dan pekerjaan lain yang memanfaatkan tubuh Anda untuk bekerja. Stop!!! Jangan paksakan untuk mengingatnya karena saya yakin Anda tidak akan dapat mengingatnya.

Saya akan memberikan contoh untuk anda. Misalkan Anda bekerja setiap hari selama 8 jam, berarti seminggu Anda bekerja selama 56 jam, dan sebulan Anda menghabiskan waktu 224 jam dalam sebulan untuk bekerja. Jika Anda melakukannya selama 35 tahun berarti Anda bekerja selama hampir 11 tahun untuk bekerja. Nah cukup jelas bukan bahwa hampir sepertiga hidup Anda digunakan untuk bekerja. Ini belum termasuk waktu yang Anda gunakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, mengurus anak, atau pekerjaan lain yang mungkin menyita banyak waktu Anda, Karena kita telah banyak memanfaatkan tubuh untuk bekerja alangkah pentingnya apabila kita memberikan hadiah bagi tubuh kita. Hadiah menurut saya merupakan suatu bentuk penghargaan atau ucapan terima kasih yang kita berikan kepada tubuh karena telah memanfaatkannya untuk bekerja. Saya akan mengklasifikasikan bentuk-bentuk hadiah yang dapat diberikan kepada tubuh kita, yaitu:
1. Mendekatkan diri pada Allah
Mendekatkan diri kepada Allah melalui apapun bentuknya. Sebagai umat manusia pastilah kita diwajibkan untuk beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Misalkan bagi umat Islam dengan menjalankan ibadah sholat lima waktu, puasa, dan disertai ibadah sunah lain seperti sholat sunah, puasa sunah, membaca Al Quran, berdzikir dan sebagainya. Dengan mendekatkan diri kepada Allah kita harus merasa yakin bahwa Anda akan merasakan ketentraman hati atau rohani yang sangat berpengaruh juga terhadap kesehatan jasmani kita. Jangan sampai tidak beribadah kepada Allah agar Anda tidak menyesal di kemudian hari karena Anda telah melupakan kewajiban sebagai umat manusia.
2. Istirahat dan manjakan tubuh
istirahat dan memanjakan tubuh. Istirahat merupakan hadiah yang sangat penting bagi tubuh. Kita harus memperlakukan tubuh sesuai kemampuannya, jangan sampai memforsir diri sendiri karena akan membuat tubuh menjadi sakit. Istirahat dapat berupa tidur yang cukup, saya tidak bisa mematok berapa jam Anda harus tidur karena kebutuhan untuk tidur setiap orang itu berbeda. Banyak bentuk-bentuk hadiah lain juga seperti pijat refleksi, mendengarkan musik kesukaan Anda, refreshing dengan teman atau keluarga, spa, meditasi, memanjakan tubuh di salon dan bentuk hadiah lain yang sekiranya dapat mengendurkan ketegangan otot-otot di tubuh.
3. Menjaga asupan makanan dan menjalankan pola hidup yang sehat
Tubuh kita memerlukan makanan yang sehat dan bergizi. Sudah jelas berupa empat sehat lima sempurna dengan kadar yang cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Dapat juga ditambah dengan vitamin dan suplemen makanan jika diperlukan. Tidak kalah pentingnya bagi tubuh adalah pola hidup yang sehat seperti berolahraga secara teratur dan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan. Jangan sampai melupakan olahraga, karena olahraga diperlukan untuk memperlancar metabolisme tubuh dan dengan keluarnya keringat dapat mengeluarkan toksin-toksin di dalam tubuh. Anda janga menganggap berat olahraga, banyak bentuk olahraga yang terkadang tidak kita sadari. Anda bisa melakukannya sesuai dengan kegemaran Anda. Misalkan dengan berkebun.
4. Hubungan sosial dengan masyarakat
Hubungan sosial juga merupakan hadiah bagi tubuh. Sebenarnya lebih ke masalah rohani tetapi kita tidak bisa memisahkan masalah jasmani dan rohani karena keduanya saling mendukung. Kita harus selalu berhubungan baik dengan keluarga, teman, tetangga, maupun orang lain. Dengan hubungan sosial kita dapat saling berbagi baik dalam keadaan senang atau susah, jadi jika kita mempunyai masalah kita bisa share agar meringankan masalah sehingga dapat mengurangi beban hidup.

Saya hanya sebatas mencurahkan isi pikiran saya, jika anda setuju dan merasa harus melakukan dalam hidup anda, lakukanlah dan rasakan apa efek yang terjadi dalam diri anda.

Read more...

DETEKSI KETERLAMBATAN DENGAN UJI SCREENING

Sabtu, Oktober 11, 2008

Latar Belakang Masalah
Sebenarnya anak yang bagaimana yang dianjurkan menjalani uji skrining? Tentu saja anak-anak yang perkembangannya tampak normal. Uji skrining perkembangan anak adalah suatu tes atau prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan dasar anak. Tes ini dilakukan oleh seorang ahli sebagai deteksi awal untuk mengetahui apakah si kecil me-ngalami gangguan perkem-bangan atau tidak. Jika hasil skrining menunjukkan anak mengalami keterlambatan perkembangan, maka dapat segera dirujuk untuk didiagnosis lebih lanjut serta menjalani terapi yang tepat sedini mungkin. Jadi, anak yang jelas-jelas terdeteksi mengalami gangguan tentu saja tak perlu lagi mengikuti uji skrining ini.
Pertanyaan lainnya adalah anak usia berapa yang bisa diskrining? Jawabannya anak usia 0 sampai 6,5 tahun karena di usia inilah proses perkembangan terjadi begitu pesat. Dengan begitu hasilnya akan jelas, mana anak yang tahapan perkembangannya normal dan mana yang tidak.
Uji skrining perkembangan (Development Screening Test) dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu:
1. Perkembangan Personal Sosial
Untuk mengindikasikan kemampuan si kecil berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain/lingkungannya serta menilai bagaimana kemandiriannya.
2. Perkembangan Motorik Halus
Untuk menilai kemampuan anak dalam mengoordinasikan mata dan kedua tangannya. Contohnya untuk menggambar, menjimpit kismis, mencoret, menyusun balok, dan sejenisnya.
3. Perkembangan Bahasa
Untuk menilai kemampuan anak mendengar atau merespons suara, berbicara dan mengikuti perintah.
4. Perkembangan Motorik Kasar
Untuk menilai kemampuan anak seperti jalan, melompat, dan sebagainya

Alat Tes Yang Digunakan
Dalam uji skrinning ini alat tes yang digunakan adalah Denver Developmental Screening Test (DDST).

Material Tes Terdiri Dari:
1.Formulir tes
2.Pom – pom dari benang merah (diameter 10 Cm)
3.Kismis, kancing, kacang
4.Rantai dengan pegangan pendek
5.8 balok sisi 2 ½ Cm, warna merah, biru, kuning dan hijau
6.Botol bening, dengan diameter mulut 1 ½ Cm.
7.Bel Kecil
8.Bola tennis
9.Pensil

Prosedur Pelaksanaan Skrining
Berikut prosedur pelaksanaan uji skrining:
Langkah awal yang dilakukan penguji adalah menjelaskan pada orang tua maupun mengasuh bahwa skrining ini bukanlah tes intelegensia. Akan tetapi, merupakan tes untuk melihat perkembangan anak. Konkretnya, apa saja yang sudah dapat dilakukan anak sesuai dengan usianya.
Selanjutnya suasana tes akan dibuat sedemikian rupa sehingga anak merasa aman dan nyaman. Salah satu caranya, anak duduk didampingi orang tua.

Prosedur Pelaksanaan Tes
Setelah melewati prosedur tersebut, dimulailah pelaksanaan tes dengan urutan sebagai berikut:
Tes diawali dengan aspek personal sosial. Hal ini untuk memberi kesempatan pada anak menyesuaikan diri, khususnya dengan penguji. Penguji juga dapat melakukan wawancara dengan orang tua atau pengasuh mengenai tingkah laku anak sehari-hari.
Selanjutnya adalah pengujian dari aspek gerak motorik halus. Anak dapat langsung diberi alat-alat tes, dimulai dari alat yang menarik perhatian mereka.
Kemudian beralih ke sektor bahasa. Setelah uji personal sosial dan motorik halus, diharapkan anak sudah lebih beradaptasi dan sudah mau berkomunikasi atau berbicara dengan penguji serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Terakhir adalah menguji gerak motorik kasar.
Penting untuk diingat, pengujian untuk setiap sektor dimulai dari unsur tes yang relatif paling mudah dilakukan anak. Selanjutnya, secara bertahap diberikan tes-tes yang tergolong sulit. Bila anak melakukan 3 kali kesalahan pada satu tes, maka tetap akan dilanjutkan pada unsur tes berikutnya. Secara umum memang anak dibolehkan untuk melakukan tiga kali tes pada setiap unsur tes. Anak yang tak berhasil melakukan salah satu tes belum tentu dinilai gagal karena hasil keseluruhan tes harus dilihat. Selain itu, penguji juga mencatat bagaimana respons anak, semisal kerja sama, perhatian, tingkah laku, rasa percaya diri, maupun tingkat kegugupannya.
Jenis Penilaian
Ada 4 jenis penilaian yang diberikan untuk setiap satu unsur tes, yaitu P (Pass/lulus), F (Failure/gagal), R (Refusal/menolak) atau OP (No Opportunity/tidak ada kesempatan). Keterlambatan perkembangan (scoring delays) terlihat bila sebuah unsur tes gagal dimana sebenarnya 90 persen anak-anak pada usia yang sama berhasil atau lulus. Hasil tes akhir bergantung pada hasil jumlah delay. Dari 4 tes tadi akan disimpulkan hasilnya, yaitu normal, questionable (dipertanyakan), abnormal atau untestable (tidak dapat dites).
Pada akhir tes, orang tua akan ditanya oleh penguji apakah yang dilakukan anak selama tes memang sesuai dengan tingkah laku atau kemampuan si anak sehari-hari. Bila ternyata ada beberapa unsur tes yang memperoleh scoring delays, maka dianjurkan untuk melakukan skrining lagi dalam jangka waktu dua minggu kemudian untuk memastikan keterlambatannya.

Read more...

The Law Of Exercise, Thorndike

Banyak iklan multivitamin yang di promosikan di berbagai media massa yang mengiming- imingi dapat mencerdaskan anak di bidang akademis. Sehingga menyebabkan banyak para ibu berbondong- bondong ke supermarket, apotek untuk memborong suplemen yang berkhasiat itu. Apakah hanya dengan multivitamin anak dapat menjadi cerdas di bidang akademis? Jawabanya, Tidak.. Hemat saya, multivitamin memang membantu dalam mencerdaskan. Namun, disamping dukungan multivitamin perlu adanya latihan (exercise). Tidak mungkin seorang anak dapat fasih melakukan penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian tanpa adanya proses pengulangan dalam belajar. Seperti yang telah dikemukakan oleh seorang pendidik dan psikolog berkebangsaan Amerika Thorndike yang menyebutkan dalam teorinya The law Of Exercise, dimana prinsip utama dalam belajar adalah proses pengulangan dan pengulangan itu sangat dibutuhkan dalam proses belajar.

Read more...

Depresi

Jumat, Oktober 10, 2008

PENGERTIAN
Beck (dalam McDowell & Newel, 1996) mendefinisikan depresi sebagai keadaan abnormal organisme yang dimanifestasikan dengan tanda simptom- symptom seperti: menurunya mood subjektif, rasa pesimis dan sikap nihilistic, kehilangan kespontanan dan gejala vegetatif (seperti kehilangan berat badan dan gangguan tidur). Depresi juga merupakan kompleks gangguan yang meliputi gangguan afeksi, kognisi, motivasi dan komponen perilaku.

Teori–Teori Depresi
Ada beberapa teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan munculnya gangguan depresi, yaitu:
a.Teori Biologi
Teori biologi ini mempunyai asumsi bahwa penyebab depresi terletak pada gen atau malfungsi beberapa faktor fisiologik yang memungkinkan faktor tersebut (dalam Sarason dan Sarason,1989).
b.Pandangan psikodinamika
Studi psikologik tentang depresi dimulai oleh sighmund freud dan karl Abraham. Keduanya menggambarkan bahwa depresi merupakan reaksi kompleks terhadap kehilangan atau (loss). Freud dalam bukunya “Mourning and Melancholia” menggambarkan bahwa rasa sedih yang normal dan depresi sebagai respon dari kehilangan seseorang atau sesuatu yang dicintainya (Davidson dan Neale, 1997). Pada orang yang mengalami depresi terjadi pengurangan harga diri secara luar biasa dan mengalami kemiskinan ego pada skala yang besar (dalam Sarason dan Sarason,1989).
c.Pandangan Behavioral.
Teori belajar berasumsi bahwa antara depresi dan penguat yang kurang (Lack of Reinforcment) saling berhubungan satu sama lain. Pandangan Behavioral menjelaskan bahwa orang yang mengalami depresi kurang menerima penghargaan (rewards) atau dengan kata lain lebih mengalami hukuman (punishment) daripada orang yang tidak mengalami depresi (dalam Sarason dan Sarason,1989).
d.Pandangan humaistik – eksistansial.
Teori eksistensial memfokuskan kehilangan harga diri sebagai penyebab depresi utama. Kehilangan harga diri dapat nyata atau simbolik, misal kehilangan kekuasaan, status sosial atau uang. Teori humanistic menekankan perbedaan self seseorang dengan keadaan yang nyata sebagai sumber depresi dan kecemasan. Menurut pandangan ini depresi terjadi jika perbedaan antara ideal self dan kenyataan terlalu besar ( dalam Sarason dan Sarason, 1989).
e.Pandangan Kognitif.
Teori depresi berdasarkan kognitif ini merupakan teori yang paling sering digunakan dalam penelitian tentang depresi (dalam susanty, 1997) Hal ini disebabkan karena teori kognitif selama ini sangat efektif digunakan untuk terapi terhadap deopresi. Teori ini menyatakan bahwa seseorang yang berpikiran negatif tentang dirinya akan menelusuri lebih lanjut bahwa mereka melakukan interpretasi yang salah dan menyimpang dari realita. Salah satu teori kognitif adalah teori depresi beck (Atkinson 1991). Teori tersebut menyatakan bahwa seseorang yang yang mudah terkena depresi telah mengembangkan sikap umum untuk menilai peristiwa dari segi negative dan kritik diri.

FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA DEPRESI
Menurut Hadi (2004), untuk menemukan penyebab depresi kadang menemui kesulitan karena ada sejumlah penyebab dan mungkin beberapa diantaranya bekerja pada saat yang sama. Namun dari sekian banyak penyebab dapat dirangkum sebagai berikut:
a.Karena kehilangan. Kehilangan merupakan faktor utama yang mendasari depresi. Ada empat macam kehilangan, yaitu: 1) kehilangan abstrak, misalnya: kehilangan harga diri, kasih sayang, harapan, atau ambis. 2) Kehilangan sesuatu yang konkrit, misalnya: rumah, mobil, potret, orang atau bahkan binatang kesayangan. Kehilangan hal yang bersifat khayal, misalnya: tanpa fakta mungkin tapi ia merasa tidak disukai atau dipergunjingkan orang. 4) Kehilangan sesuatu yang belum tentu hilang, misalnya: menunggu hasil tes kesehatan, menunggu hasil ujian,dll.
b.Reaksi terhadap stress . 85% depresi ditimbulkan oleh stress dalam hidup.
c.Terlalu lelah atau capek, karena terjadi pengurangan tenaga baik secara fisik maupun emosional.
d.Reaksi terhadap obat.


Gejala Depresi
Beck (1988) mengungkapkan gejala – gejala depresi, antara lain:
a.Manifestasi emosi. Seperti suasana hati yang pedih dan pilu, tidak menyukai diri sendiri (perasaan negatif pada diri sendiri) hilangnya atau kurangnya respon gembira pada situasi yang menimbulkan kesenangan, hilangnya rasa senang dan menangis.
b.Manifestasi kognitif. Berupa rendahnya penilaian terhadap diri sendiri, pikiran – pikiran negatif terhadap masa depan, menyalahkan, mengkritik atau mencela diri sendiri, tidak dapat membuat keputusan dan gambran yang salah tentang diri sendiri.
c.Manifestasi motivasional. Hilangnya motivasi untuk melakukan segala aktivitas, keinginan untuk menghindar dan menarik diri, meningkatnya ketergantungan dan yaitu menginginkan bantuan, pegarahan dan bimbingan.
d.Manifestasi fisik dan vegetatif. Seperti hilangnya nafsu makan, mengalami gangguan tidur, hilangnya nafsu sexual, perasaan lelah yang sangat berat, gangguan berat badan dan kemampuan fisik.

Jenis Depresi
Adapun jenis – jenis depresi menurut PPDGJ III, yaitu:
1.Depresi ringan, ciri – cirinya: a. sekurang – kurangnya harus ada 2 atau 3 gejala utama depresi seperti tersebut diatas, b) ditambah sekurang – kurangnya 2 dari gejala lainya : a – g, c) tidak boleh ada gejala berat diantaranya, d) lamanya seluruh episode berlangsung sekurang – kurangnya sekitar 2 minggu, e) hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan social yang biasa dilakukan.
2.Depresi sedang, ciri – cirinya : a) sekurang – kurangnya harus ada 2 atau 3 gejala utama depresi seperti pada depresi ringan, b) ditambah sekurang – kurangnya 3 (dan sebaiknya 4) dari gejala lainya, c) lamanya seluruh episode berlangsung minimal sekitar 2 minggu, d) menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan sosial pekerjaan dan urusan rumah tangga.
3.Depresi berat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
a.Depresi berat tanpa gejala psikotik, ciri – cirinya : a) semua 3 gejala depresi harus ada, b) ditambah sekurang – kurangnya 4 dari gejala lainya dan beberapa diantaranya harus berintensitas berat, c) bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retardasi psikomotor) yang mencolok, maka pasien nubgkin tidak mau atau mampu untuk melaporkan banyak gejala secara rinci, d) episode depresif biasanya harus berlangsung sekurang – kurangnya 2 minggu,akan tetapi jika gejala amat berat dan beronset sangat cepat, maka masih dibenarkan untuk menegakan diagnosis dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu, e) sangat tidak mungkin pasien akan mampu meneruskan kegiatan social, pekerjaan atau urusan rumah tangga, kecuali pada taraf yang sangat terbatas.
b.Depresi berat dengan gejala psikotik, cirri – cirinya: a) episode depresi berat yang memenuhi kriteria menurut depresi berat tanpa gejala psikotic, b) disertai waham, halusinasi atau stupor depresif, waham biasanya melibatkan ide tentang dosa, kemiskinan atau malapetaka yang mengancam dan pasien merasa bertanggung jawab atas hal itu. Halusinasi audiotorik atau aolfatoric biasanya berupa suara yang menghina atau menuduh, atau bau kotoran atau daging membusuk. Retardasi psikomotorik yang berat dapat menuju pada stupor. Jika diperlukan, waham atau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau tidak serasi dengan efek (mood congruent).
4.Danpak depresi
Menurut Wibisono (lestari, 2003) sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa depresi biasanya akan disertai dengan penyakit fisik, seperti asma, jantung koroner, sakit kepala dan maag.
Sedangkan menurut seorang ahli yang juga penulis buku, yaitu Philip Rice (Lestari, 2003) depresi akan meningkatkan resiko seseorang terserang penyakit karena kondisi depresi yang cenderung meningkatkan sirkulasi adrenalin dan kortisol, sehingga menurunkan tingkat kekebalan tubuhnya, selain itu penyakit menjadi mudah menghidap karena orang yang terkena depresi sering kehilangan nafsu makan, kebiasaan makanannya juga berubah (terlalu banyak makan atau sulit makan), kurang berolahraga, mudah lelah dan sulit tidur.

DAFTAR PUSTAKA
Atkinson, R. L. 1991. Pengantar Psikologi. Jilid 2. Diterjemahkan oleh Nurdjanah Taufik. Jakarta: Erlangga

Beck, A. T. 1985. Depression causes treatment. Philadelphia: University of
Pennsylvania.

Davidson, G dan Neale, J. M. 1997. Abnormal Psychology. 7th Ed. New York: John Wiley dan Sons.

Hadi, P. 2004. Depresi dan Solusinya. Yogyakarta: Penerbit Tugu.

Lestari, E. W. 2003. Depresi Akibat Trauma Masa Kanak-Kanak. Skripsi. (Tidak Diterbitkan). Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta


Mc. Dowel, I & Newell, C. (1996). Measuring Health: A Guide To Rating Scales and Questionnaire (2nd ed). New York; Oxford University Press.

Sarason, I. G. 1989. Abnormal Psychology. 6th Ed. New Jersey: Pentice Hall.

Read more...

Mengatasi masalah tanpa masalah

Kamis, Oktober 09, 2008

Setiap manusia tidak akan pernah lepas dari masalah. baik itu masalah yang dia anggap besar, sedang,ataupun kecil. Pernahkah anda merasakan suatu masalah?? jika pernah, bersyukurlah, karena itu merupakan suatu tanda bahwa anda diberikan sebuah pembelajaran dalam kehidupan. Saya hanya sedikit berbagi kepada para pembaca, cara yang dapat dilakukan dalam mengataasi masalah.
- mengatasi masalah dengan sendiri tanpa meminta bantuan kepada siapapun.
- Mengatasi masalah dengan meminta bantuan kepada orang lain. Seperti; teman, keluarga, pacar, guru spiritual, dll.
- Mengatasi masalah dengan mencoba menyerahkan diri, semakin mendekatkan diri dan menshare masalah kita kepada sang pencipta, pasrah kepada sang pencipta dengan menzerokan diri (Tidak ada yang lebih dari diri kita kecuali kekuasaan sang pencipta).
silahkan anda mencobanya, bandingkan mana yang lebih terasa nyaman dan memberikan efek yang positif bagi diri anda.

Read more...

Kekuatan Berpikir

Rabu, Oktober 08, 2008

Dalam Posting kali ini saya akan sedikit berbagi kepada anda mengenai Seberapa Besar pengaruh pikiran anda dalam meraih kesuksesan. cukup menarik bukan?? Sekarang, saya minta anda untuk melupakan semua tugas-tugas yang belum anda kerjakan, Kelelahan anda bekerja, kesedihan anda karena ditinggal sang pacar, kegembiraan anda yang terlalu berlebihan akan sesuatu hal, Kelesuan karena anda memikirkan tagihan kartu kredit anda yang membengkak. Mengapa saya meminta anda untuk melupakan hal itu? Karena saya menginginkan anda untuk dapat membaca secara seksama dan santai tulisan ini, agar apa yang saya sampaikan disini dapat bermanfaat bagi anda. Dalam tulisan ini saya lebih menekankan pada bagaimana pikiran anda dapat membantu anda meraih kesuksesan dalam hal apapun. Saya tidak akan menjelaskan teori-teori orang-orang terkenal. Namun saya akan mencoba memberikan sebuah cerita singkat yang ringan... Begini ceritanya... Suatu ketika seorang petinju kelas bulu mengalami kondisi yang sangat lemas sebelum melakukan pertandingan. Sehingga membuatnya mendatangi dokter pribadinya untuk meminta suntikan dopping. Berikut percakap singkatnya: Temon berkata pada dokter pribadinya, “Dokter, badan saya sangat lemas. Bagaimana saya bisa bertanding kalau seprti ini dok? Saya mohon sekali dokter mau memberi saya suntikan doping.” Lalu dokter menjawab, “Baiklah saya akan memberi kamu suntikan tapi saya berharap hal ini tidak akan terulang lagi. Kamu tahu kan akibatna bisa fatal apabila kamu terbukti memakai doping?”. “Iya dok, saya juga sangat berharap hal ini tidak akan terulang lagi.” Kata Temon dengan sungguh-sungguh. Setelah dokter memberikan suntikan, Temon menjadi bersemangat. Temon pun akhirnya memenangkan pertandingan tinju tersebut. Tetapi setelah beberapa hari pihak penyelenggara melakukan tes tehadap Temon karena dianggap telah menggunakan dopping. Namun sangat mengherankan bagi Temon bahwa hasil tes tersebut adalah sebalikna. Temon dinyatakan bersih dari dopping. Temon heran mengapa dia bisa lolos dari tes tersebut. Akhirna Temon menceritakan hal tersebut ke dokter pribadinya. Temon: “Dokter saya diperiksa oleh pihak penyelenggara pertandingan karena saya dicurigai menggunakan dopping sebelum pertandingan. Tetapi saya heran dok, mengapa hasilna tidak terbukti kalau saya menggunakan dopping?” Dokter: “Kamu tau Mon, yang saya suntikkan ke tubuh kamu waktu itu bukanlah dopping melainkan hanya cairan vitamin biasa. Yang membuat kamu bersemangat dan memenangkan pertandingan adalah pikiranmu.

Read more...

Tes intelegensi

Selasa, Oktober 07, 2008

skor IQ dapat menggambarkan ukuran kecerdasan seseorang. Dalam posting ini saya tidak akan panjang lebar menjelaskan mengenai teori-teori intelegensi,bagaimana cara meningkatkan intelegensi, bagaimana kita memelihara kecerdasan, apakah tingkat intelegensi berkorelasi positif dengan kesuksesan, Lebih penting mana IQ, EQ, SQ? Saya hanya akan bertanya kepada anda. Berapa skor IQ anda saat ini? Saya sangat yakin anda tidak akan tahu. Saya ucapkan selamat anda beruntung sekali mengunjungi Blog ini, karena blog ini dapat menjadi media anda untuk dapat mengetahuinya. Silahkan anda mengunduh aplikasi untuk mengetahui skor IQ anda Download disini
Sumber: http://iqtest.dk

Read more...

MEDITASI TRANSSENDENTAL TM (Tanpa Mistik)(Forem1973)

Dalam posting ini say akan sedikit berbagi mengenai meditasi Transendental Tanpa Mistik (Forem1973)yang jika anda lakukan dengan teratur dan penuh konsentrasi akan memberikan efek rasa rileks pada tubuh, meningkatkan konsentrasi, dan menurunkan kesadaran fisiologis tanpa asosiasi mistik. Berikun tahapan mencobanya 1.Duduk diam dalam posisi yang menyenangkan dan menutup mata
2.Relaksasikan semua otot, mulai dari kaki berjalan ke wajah. Buatlah semuanya relaksasi.
3.Bernapaslah melalui hidung. Perhatikan napas anda. Saat anda menghembuskan napas, ucapkan kata “satu” dalam hati. Sebagai contohnya, tarik napas…..hembuskan ,”satu”;tarik…..hembus,”satu” dan seterusnya. Lanjutkan selama 20 menit. Anda dapat membuka mata untuk memeriksa waktu, tetapi jangan menggunakan alarm. Jika anda selesai,Duduklah dengan tenang selama beberapa menit lagi dengan mata tertutup dan kemudian dengan mata terbuka.
4.Jangan menghawatirkan apakah anda berhasil dalam mencapai tingkat relaksasi dalam atau tidak. Pertahankan sikap pasip dan biarkan relaksasi terjadi mengikuti kecepatan sendiri. Tunggulah pikiran lain. Jika pikiran yang mengganggu itu muncul, abaikan mereka dengan mengatakan “ya” dan lanjutkan mengulang “satu.” Dengan berlatih, respon akan datang dengan sedikit upaya.
5.Latihlah tehnik satu atau dua kali setiap hari tetapi jangan dalam dua jam setelah makan, karena proses pencernaan tampaknya akan mengganggu perubahan subjektif.

# Selamat mencoba. Semoga memperoleh efek yang bermanfaat bagi anda.

Read more...

Tehnik-tehnik Compliance

Senin, Oktober 06, 2008

Compliance (kerelaan) adalah suatu bentuk persetujuan atas adannya permintaan orang lain agar dirinnya mengabulkan suatu permintaan tertentu. Beberapa tehnik permintaan agar suatu permintaan dikabulkan. Misalkan anda seorang bisnis man menginginkan agar transaksi bisnis anda Goal,anda seorang mahasiswa yang menginginkan kemudahan dalam mengurus skripsi anda, anda seorang anak yang menginginkan dikabulkan permintaannya oleh orang tua anda, atau siapa saja yang ingin mendapatkan suatu persetujuan dari orang lain, silahkan meecoba tehnik ini.

1.Tehnik Foot-in-the-Door
Merupakan suatu tindakan yang dilakukan apabila kita bermaksud mendapatkan sesuatu yang besar dengan terlebih dahulu meminta sesuatu yang kecil. Pada umumnnya orang akan mengabulkan suatu permintaan bila ia pernah memberikan sesuatu terhadap orang yang sama sebelumnnya.

2.Tehnik The Door in the Face
Tehnik ini dikenal oleh Robert Cialdini (1975). Kebalikan dari tehnik foot in the door, permintaan yang diajukan pada tehnik ini adalah permintaan yang besar terlebih dulu, yang kemungkinan terkabulkannya kecil, baru kemudian mengajukan permintaan yang kecil. Tehnik akan berhasil dengan syarat:
a.Tenggang waktu antara permintaan I dan II tidak jauh
b.Permintaan I nilainnya harus jauh lebih besar daripada permintaan II
c.Kedua permintaan dilakukan oleh satu orang

3.Tehnik Low Ball
Menurut tehnik ini agar bisa mendapatkan sesuatu yang lebih tinggi orang bisa mendapatkan setelah ada permintaan yang terkabulkan (seperti tehnik foot in the door). Dimana permintaan berikutnnya adalah permintaan ‘ralat’.

4.Tehnik Even a peny will help
Tehnik ini sering dipakai oleh pencari derma. Apabila calon penderma menanyakan kepadannya: “Berapa saya mesti memberi?” dengan menjawab “Satu rupiahpun akan sangat membantu”, ternyata sering justru menaikan hasil pencarian derma. Tehnik ini berhasil sebab pemberi derma merasa bebas dari ketentuan dan terdorong untuk memberi dalam jumlah lebih besar dengan harapan akan lebih membantu pihak yang akan dibantu.

5.Inducing quilt
Dengan menanamkan rasa bersalah, bisa juga menyebabkan munculnnya pemberian yang lebih tinggi dibanding orang yang merasa tidak bersalah. Dengan mengabulkan permintaan seseorang sering diasumsikan sebagai cara untuk menghilangkan dosa yang telah dibuatnnya. Meskipun pemberian itu tidak selalu berhubungan dengan perbuatan salahnnya.

6.Tehnik Sentuhan
Tehnik dengan cara memberikan sentuhan fisik, sosial, maupun psikologis. Tehnik ini pernah dibuktikan oleh Smith, Gier, dan Wills dalam penelitiannya. Ditawarkan kepada calon pembeli satu produk makanan dengan jalan memberi kesempatan kepada calon pembeli untuk mencicipi makanan tersebut. Selama memberi saple makanan itu, sebagian orang disentuh lengannya sambil diminta untuk membelinnya. Sebagian responden lain hanya diberi sample makanan dan diminta untuk membeli tanpa disentuh lengannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kelompok orang yang disentuh lengannya ternyata lebih banyak memberi daripada kelompok yang tidak disentuh lengannya.

7.Tehnik pemberian atribusi
Tehnik dengan jalan memberi atribusi positif kepada seseorang ternyata juga menunjukan mau menunjukan hasil yang lebih baik agar orang tersebut mau mengabulkan permintaan daripada tanpa pemberian atribusi apapun. Tehnik ini akan efektif bila orang tersebut memang membutuhkan atribusi positif. Bagi mereka yang memiliki keyakinan tinggi, tehnik ini akan kurang mengena. SELAMAT MENCOBA!!!

Read more...

Hasil penelitian Virginitas di Jogjakarta

Minggu, Oktober 05, 2008

Mungkin banyak sekali para pembaca blog saya ini sudah mengetahui hasil penelitian Iip Wijayanto, karena memang sudah lumayan lama penelitian itu dilakukan. Sedikit mengingatkan saja dan meminta para pembaca untuk memberikan sumbangsih komentar dari hasil penelitian yang mengemukakan bahwa lebih dari 97.05% dari 1660 responden mahasiswi di tujuh perguruan tinggi jogjakarta sudah lepas dari virginitas alias tidak perawan lagi sebelum nikah. Angka yang cukup mengejutkan memang. Dan wajar ketika hal tersebut mendapatkan sambutan pro dan kontra dari masyarakat. Terdapat sebagian orang merasa kebakaran jenggot, tersinggung. Sebab angka setinggi tersebut tidak realistis, metodologinya lemah dan lain sebagainya. Bahkan ada pula yang menuduh bahwa penelitian ini bermuatan politis, yakni ingin menghancurkan citra jogjakarta. Namun sebagian yang lain justru mendukung, mengamini dan meng-imani hasil penelitian tersebut.
Saya rasa Pro dan kontra tersebut tidak perlu kita permasalahkan, yang terpenting disini kita dapat melihat sisi hikmahnya. Hasil penelitian itu bisa menjadi warning atau perhatian bagi para orang tua yang menyekolahkan anaknya jauh dari pengawasannya. Disamping harus mananamkan nilai-nilai agama yang kuat, mereka harus benar-benar mencarikan lingkungan yang sehat dan kondusif bagi anak-anaknya, pemerintah juga perlu membuat Perda khusus bagi para pemilik kos-kosan, masyarakat juga perlu meningkatkan kontrol sosialnya. MUngkin para pembca memiliki komentar mengenai hasil penelitian tersebut.. silahkan beri komentar.. salam super blogger..

Read more...

Membuka Tabir Perilaku Merokok

Sabtu, Oktober 04, 2008

Menurut Moeliono (1990, h.752) merokok adalah menghisap rokok, sedangkan rokok itu sendiri dapat diartikan sebagai gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus (daun, nipah, kertas, dsbnya). Perilaku merokok dapat dikatakan sebagai kegiatan sewaktu menghisap tembakau yang dilakukan oleh individu. Pada mulanya, perilaku mereka kebanyakan terjadi pada sat individu berusia remaja, kebiasaan merokok ini akan terus berlanjut sampai individu memasuki masa dewasa dan biasanya orang merokok untuk mengatasi masalah emosional. Bagi sekelompok orang, merokok merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan sekaligus dapat dijadikan teman dalam menjalankan kegiatan-kegiatan yang tergolong santai, bahkan ada pula yang beranggapan bahwa merokok merupakan sebuah bantuan yang sangat dibutuhkan untuk mengurangi kegelisahan ataupun ketegangan. (Sarafino dalam Sewy, 2004, h.1)

Laventhal dan Clearly (dalam Wityanti, 2003, h.10) mengungkapkan empat tahap dalam perilaku merokok, yaitu :
a.Tahap Preparatory Seseorang mendapatkan gambaran yang menyenangkan mengenai merokok dengan cara mendengar, melihat, atau dari hasil bacaan, sehingga menimbulkan niat untuk merokok.
b.Tahap Initiation
Tahap perintisan merokok, yaitu tahap apakah seseorang akan meneruskan ataukah tidak terhadap perilaku merokok.
c.Tahap Becoming A Smoker
Apabila seseorang telah mengkonsumsi rokok sebanyak empat batang per hari maka mempunyai kecenderungan menjadi perokok.
d.Tahap Maintaining Of Smoking
Pada tahap ini merokok sudah menjadi salah satu bagian dari cara pengaturan diri (self regulating). Merokok dilakukan untuk memperoleh efek yang menyenangkan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok
Smet (1994, h.294) mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada wanita yaitu :
a.Faktor Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial berpengaruh terhadap sikap, kepercayaan, dan perhatian individu pada perokok. Seseorang akan berperilaku dengan memperhatikan lingkungan sosialnya, antara lain : teman-teman, kawan-kawan sebaya, orang tua, saudara-saudara, media.
b.Faktor Demografis
Faktor ini meliputi umur dan jenis kelamin. Orang yang merokok pada usia dewasa semakin banyak.
c.Faktor Sosio-Kultural
Kebiasaan budaya, kelas sosial, tingkat pendidikan, penghasilan, dan gengsi pekerjaan akan mempengaruhi perilaku mereka pada individu.

Menutur Sarafino (dalam Wityanti, 2003, h.14) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok yaitu :
a.Faktor Sosial
Perilaku merokok berasal dari teman dekat, khususnya dengan jenis kelamin sama. Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai dorongan untuk mengadakan hubugan dengan orang lain atau dengan kata lain manusia mempunyai dorongan sosial. Dengan adanya dorongan sosial tersebut, manusia akan mencari orang lain untuk mengadakan interaksi. Di dalam interaksi sosial, individu akan menyesuaikan diri dengan yang lain atau sebaliknya, sehingga perilaku individu tidak dapat lepas dari lingkungan sosialnya.
b.Faktor Psikologis
Ada beberapa alasan psikologis yang menyebabkan seseorang merokok, yaitu : untuk relaksasi / ketenangan, mengurangi kecemasan / ketegangan.
c.Faktor Biologis
Faktor genetik dapat dapat mempengaruhi seseorang untuk mempunyai ketergantungan terhadap rokok.

Danusantoso (1995, h.14) membedakan tipe perokok berdasarkan perilakunya yaitu:
a.Perokok aktif, adalah seseorang yang mempunyai perilaku merokok
b.Perokok pasif, adalah seseorang yang tidak merokok tetapi berada di dekat perokok Sitepoe (1997, h.23-24) membedakan tipe perokok yaitu :
a.Tidak merokok, yaitu selama hidupnya tidak pernah merokok
b.Perokok ringan, yaitu apabila merokok berselang-seling
c.Perokok sedang, yaitu apabila merokok setiap hari dalam kuantum kecil
d.Perokok berat, yaitu apabila merokok lebih dari satu bungkus setiap hari
e.Berhenti merokok, yaitu yang mulanya merokok kemudian berhenti dan tidak pernah merokok lagi.

Read more...

Berbuat Baik Yang Salah Diartikan

Kamis, Oktober 02, 2008

Betapa beragamnya tingah laku yang kita lakukan dalam kehidupan merupakan manifestasi dari jiwa kita. Hal itu memang benar, namun perlu digaris bawahi jiwa akan hidup karena ada Ruh yang merupakan anugerah sang pencipta. Hal itu perlu kita sadari agar setiap tingkah laku kita sesuai dengan ajaran agama yang kita anut agar muncul tingkah laku yang baik. Setiap manusia sadar akan hal itu kan. Namun, betapa sulitnya kita berusaha berbuat baik kepada seseorang. Mengapa demikian?? arti baik menurut anda dan menurut saya lain bukan... Masih bingung ya.. nih aku coba ilustrasikan lewat cerita ya, yang aku pernah baca di satu buku karangan seorang bikkhu, begini ceritanya.. Di suatu negara antah brantah dimana patung gajah yang sangat sakral di negaranya, disana patung gajah itu dihormati dan diberlakukan sangat mulia. Suatu ketika seorang pemuda berjalan di tengah derasna hujan, dia merasa sangat tercengan melihat patung gajah berukuran kecil kehujanan sehingga berkata pada dirinya sendiri "Waduh patung ini sangat saya hormati keberadaanya, sementara dia kehujanan. Apa yang harus saya lakukan ya???" dia berfikir sejenak melihat sekeklilingnya apakah ada benda yang dapat meneduhi patung itu dari hujan. karena hanya ada sepatu yang sangat kusam dan baunya tercium sampai radius 1 meter. diambillah sepatu itu untuk meneduhi patung gajah itu. setelah hujan reda, seseorang setengah baya melihat sebuah patung gajah itu dia berkata pada dirinya sendiri "Mengapa patung yang sangat saya hormati ini di atasnya terdapat sepatu lusuh dan berbau... alangkah jahatnya orang yang menaruhnya" sehingga membuatnya mengambil sepatu itu dan membuangnya. lumayan jelas bukan melalui ilustrasi di atas.. Jadi kadang kita berbuat baik belum tentu seseorang menganggapnya baik.

Read more...

  © Mas BOW by Situs Belajar Psikologi 2009

Back to TOP