Categories

Pendekatan Psikoterapi Islami

Minggu, Oktober 26, 2008

Manusia memiliki dua unsur yaitu unsur fisik dan ruh. Dimana unsur fisik memiliki kecenderungan nafs amarah yang selalu mengikuti hawa nafsu yang memiliki prinsip pemenuhan terhadapaspek – aspek fisik yang harus dipenuhi, sedangkan unsur ruh memiliki kecenderungan nafs muthmainah yaitu nafs yang memberi ketenangan dalam diri manusia. Selama hidupnya manusia pasti akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan, yaitu kebutuhan badaniah atau somatik, diantaranya: makan, minum pakaian, rumah, sex, perlindungan dan kebutuhan psikologis meliputi antara lain: keamanan, kasih sayang yang memiliki prinsip untuk dipenuhi, Jika manusia cenderung lebih mementingkan pemenuhan kebetuhan tersebut, maka nafs amarah yang lebih berperan dalam dirinya sehingga manusia lebih mengikuti hawa nafsunya. Sebaliknya, jika manusia tidak hanya mementingkan pemenuhan terhadap kebutuhan fisiknya, tetapi manusia juga mementingkan kebutuhan akan ruhnya, maka nafs muthmainahlah yang berperan dalam dirinya yang akan memberikan diri yang tenang.

Pada kenyataanya dalam kehidupan manusia terkadang mengalami hambatan terhadap pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun psikologis karena adanya suatu penghalang, atau bisa juga disebut frustasi yang dapat membuat kita menjadi stress bahkan depresi dan terkadang ada manusia yang sampai mengakhiri nyawanya dengan bunuh diri karena tidak mampu menyelesaikan masalahnya.

Jadi disfungsional terjadi karena ketidakseimbangan antara nafs amarah yang selalu mengikuti hawa nafsu dan nafs muthmainah yang memberi ketenangan dalam diri manusia. Dengan kata lain nafs amarahlah yang lebih mendominasi atau berperan.

- Pendekatan yang Dilakukan
Pendekatan yang dilakukan adalah melakukan ritual keagamaan dengan cara (a) Puasa, (b) Sholat, (c) sedekah. Ritual keagamaan tersebut bertujuan untuk mentranformasikan diri dari fisik ke ruh, dengan kata lain memberi keseimbangan antara nafs amarah dan nafs muthmainah yang dapat menyadarkan diri kita untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah yang didasari rasa pasrah, ikhlas menyerahkan segalanya kepada-Nya (bukan berarti kita hanya diam atau tidak melakukan usaha apa- apa) sehingga dapat memberikan perasaaan tenang dalam hidup dan mengetahui kehendak Allah SWT..

Artikel Terkait Lainnya :


11 komentar:

Yitnoku mengatakan...

Selain puasa, sholat, sedekah ada lagi p g mas ?

david mengatakan...

makasih infonya

erickaregy mengatakan...

Hmm.. Subhanallah.. tapi emang bener tuh mas.. cuma aku jadi pengen tau.. dari mana rasa tentram itu muncul apakah ada kaitan dengan reaksi kimia dalam tubuh kita..?

brigadista mengatakan...

iya,,.bener seperti yang saya pernah dengar dan saya pahami, bahwa tempat kita disisi Allah adalah surga, untuk itu, allah setan daripadanya, sedang tempat Allah dalam diri kita ada dalam hati, pertanyaanya adalah,..sudahkah kita bersihkan setan dari hati kita

astri astronot mengatakan...

halo . .
mantaap tuh artikelnyaa
saya juga suka ttg psiko gt deh :D

manusia biasa mengatakan...

nice post bosssss....... aku suka nih postingannya

adam prawiranegara mengatakan...

intinya hidup ini harus seimbang ya bang?.. antara jiwa dan raga.... ^^

RAJA GHAZALI mengatakan...

miya nih, makasih infonya
saya merasa ingin sekali mendapatkan ketenangan, sebenarnya semua udah saya lakukan, cuma saya agak jarang sholat, ada sih, sekali sekali.
kalau bisa mas, tolong dong artikel nya yang bisa menghilang rasa malas untuk sholat, atau gimana menjadikan sholat itu sebagai kebutuhan yang mendasar.
tapi apa saya belum sadar ya, kali...
kalau ada trik dan tips nya, trima kasih artikel nya sangat berguna buat saya...

Ketajaman Firasat mengatakan...

Saya menjalankan resep sederhana untuk mengatasi kegundahan supaya berganti senang....Hal ini saya dapatkan dari Al Qur'an Digital dengan keywords "supaya senang". Lalu muncul ayat: "Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang, (QS-20 Thaahaa 130). Maka seketika hati saya menjadi senang.

bow mengatakan...

@erickaregy.. sepertinya sudah bisa bersama2 kita menemukan jawabnya sewaktu OL.
@Raja Ghazali.. Thanx buat saranya...
@Ketajaman Firasat.. thanx pencerahanya.

budi mengatakan...

benar sekali mas, sholat dapat mengendalikan hawa nafsu, kalau kita benar-benar bisa khusyu dan memahami arti sholat itu sendiri.

Posting Komentar

  © Mas BOW by Situs Belajar Psikologi 2009

Back to TOP