Categories

Membuka Tabir Perilaku Merokok

Sabtu, Oktober 04, 2008

Menurut Moeliono (1990, h.752) merokok adalah menghisap rokok, sedangkan rokok itu sendiri dapat diartikan sebagai gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus (daun, nipah, kertas, dsbnya). Perilaku merokok dapat dikatakan sebagai kegiatan sewaktu menghisap tembakau yang dilakukan oleh individu. Pada mulanya, perilaku mereka kebanyakan terjadi pada sat individu berusia remaja, kebiasaan merokok ini akan terus berlanjut sampai individu memasuki masa dewasa dan biasanya orang merokok untuk mengatasi masalah emosional. Bagi sekelompok orang, merokok merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan sekaligus dapat dijadikan teman dalam menjalankan kegiatan-kegiatan yang tergolong santai, bahkan ada pula yang beranggapan bahwa merokok merupakan sebuah bantuan yang sangat dibutuhkan untuk mengurangi kegelisahan ataupun ketegangan. (Sarafino dalam Sewy, 2004, h.1)

Laventhal dan Clearly (dalam Wityanti, 2003, h.10) mengungkapkan empat tahap dalam perilaku merokok, yaitu :
a.Tahap Preparatory Seseorang mendapatkan gambaran yang menyenangkan mengenai merokok dengan cara mendengar, melihat, atau dari hasil bacaan, sehingga menimbulkan niat untuk merokok.
b.Tahap Initiation
Tahap perintisan merokok, yaitu tahap apakah seseorang akan meneruskan ataukah tidak terhadap perilaku merokok.
c.Tahap Becoming A Smoker
Apabila seseorang telah mengkonsumsi rokok sebanyak empat batang per hari maka mempunyai kecenderungan menjadi perokok.
d.Tahap Maintaining Of Smoking
Pada tahap ini merokok sudah menjadi salah satu bagian dari cara pengaturan diri (self regulating). Merokok dilakukan untuk memperoleh efek yang menyenangkan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok
Smet (1994, h.294) mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada wanita yaitu :
a.Faktor Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial berpengaruh terhadap sikap, kepercayaan, dan perhatian individu pada perokok. Seseorang akan berperilaku dengan memperhatikan lingkungan sosialnya, antara lain : teman-teman, kawan-kawan sebaya, orang tua, saudara-saudara, media.
b.Faktor Demografis
Faktor ini meliputi umur dan jenis kelamin. Orang yang merokok pada usia dewasa semakin banyak.
c.Faktor Sosio-Kultural
Kebiasaan budaya, kelas sosial, tingkat pendidikan, penghasilan, dan gengsi pekerjaan akan mempengaruhi perilaku mereka pada individu.

Menutur Sarafino (dalam Wityanti, 2003, h.14) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok yaitu :
a.Faktor Sosial
Perilaku merokok berasal dari teman dekat, khususnya dengan jenis kelamin sama. Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai dorongan untuk mengadakan hubugan dengan orang lain atau dengan kata lain manusia mempunyai dorongan sosial. Dengan adanya dorongan sosial tersebut, manusia akan mencari orang lain untuk mengadakan interaksi. Di dalam interaksi sosial, individu akan menyesuaikan diri dengan yang lain atau sebaliknya, sehingga perilaku individu tidak dapat lepas dari lingkungan sosialnya.
b.Faktor Psikologis
Ada beberapa alasan psikologis yang menyebabkan seseorang merokok, yaitu : untuk relaksasi / ketenangan, mengurangi kecemasan / ketegangan.
c.Faktor Biologis
Faktor genetik dapat dapat mempengaruhi seseorang untuk mempunyai ketergantungan terhadap rokok.

Danusantoso (1995, h.14) membedakan tipe perokok berdasarkan perilakunya yaitu:
a.Perokok aktif, adalah seseorang yang mempunyai perilaku merokok
b.Perokok pasif, adalah seseorang yang tidak merokok tetapi berada di dekat perokok Sitepoe (1997, h.23-24) membedakan tipe perokok yaitu :
a.Tidak merokok, yaitu selama hidupnya tidak pernah merokok
b.Perokok ringan, yaitu apabila merokok berselang-seling
c.Perokok sedang, yaitu apabila merokok setiap hari dalam kuantum kecil
d.Perokok berat, yaitu apabila merokok lebih dari satu bungkus setiap hari
e.Berhenti merokok, yaitu yang mulanya merokok kemudian berhenti dan tidak pernah merokok lagi.

Artikel Terkait Lainnya :


5 komentar:

erwin mengatakan...

wah untung saya tidak merokok..:)

ErIn's Blog mengatakan...

3/4 lengkap,ada sedikiit yang kurang,,untuk akibat dari meorokok nya tdk dituliskan,,kyknya lebih lengkap bakal lebih baik =)
Sukses terus yah

Maz bow mengatakan...

erins blog thanx sudah baca post baru..semoga tidak bosan untuk berkunjung ke blog saya. untuk akibat dari merokok erins bisa liahat di posting saya di http://ariefwibowo.co.cc/26/ salam super erin!

Jonbetta mengatakan...

Aduh Gimana tuh aku suka ngerokok..tapi gak tahu sebagai perokok apa ya...Gak mau nilai..Ah..ngeri..

regina mengatakan...

klo kata rere mah,,,merokok tuh sah2 aja,,dan gak ada larangannya di dalam Undang-Undang.tapi mang bener banyak bgt Resiko dari Bahayany ngerokok,,Tapi klo Emang BAhaya,,knp Atuh pabrik rokok tetep beroperasi,,Apa krn takut Bankrut pabriknya????berartikan, sama saja membahayakan masy. di indonesia..Dan itu gmn dari diri kitanya aja,,iy gak??
yah WhatEver deh,,,,kok REpot!!!!!!!!

Poskan Komentar

  © Mas BOW by Situs Belajar Psikologi 2009

Back to TOP