Categories

Locus Of Control

Kamis, Oktober 16, 2008

Locus of Control atau (loc) adalah bagaimana seorang individu mengartikan sebab musabab dari suatu peristiwa.
Locus of Control ada dua
1.Internal locus of control: Seseorang dengan internal locus of control adalah mereka yang merasa bertanggung jawab atas kejadian - kejadian tertentu.
Co: Dalam ujian Akhir Nasional seorang siswa memperoleh nilai grade yang rendah sehingga menyebabkan ia tidak dapat masuk PTN di Jakarta, sehingga ia berfikir bahwa memang kemampuan intelegensi yang dimilikinya kurang.
2.External locus of control: Seseorang dengan External Locus of Control adalah mereka yang seringkali menyalahkan (atau bersyukur) atas keberuntungan, petaka, keadaan dirinya, atau kekuatan - kekuatan lainya di luar dirinya.
Co: Dalam UAN seorang siswa dapat lolos masuk PTN di Jakarta karena dia mencobanya berulang - ulang. Sehingga Ia berfikir baahwa ia dapat masuk PTN karena faktor keberuntungan, peminat yang mendaftar di PTN tersebut sedikit atau nilai grade di PTN tersebut turun.

Mana yang Baik, Internal LOC atau External LOC?
Dalam menerapkan internal Locus of Control dan external Locus of Control kita perlu memahami peristiwa apa yang kita hadapi, apakah positif (keberhasilan) atau negatif (kegagalan). Jika positif, alangkah baiknya kita menerapkan internal Locus of Control. Sedangkan jika negatif, alangkah baiknya kita menerapkan External Locus of control. Untuk lebih jelasnya, berikut penerapan internal locus of control dan external locus of control.

Penerapan Internal Locus of Control pada waktu menghadapi keadaan yang positif (keberhasilan). Contoh: Siswa lulus Tes TOEFL > Ia berfikir bahwa memang ia memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik > Jika ia melakukan tes TOEFL di lain waktu dia akan percaya diri sehingga kemungkinan akan lulusnya semakin besar

Penerapan External Locus of Control pada waktu menghadapi keadaan yang negatif (kegagalan). Contoh: Siswa tidak lulus tes TOEFL karena pada waktu tes dia dalam keadaan sakt flu > Ia berfikir bahwa kegagalan yang ia alami karena keadaan sakit flu yang kurang mendukung, bukan karena kemampuan bahasa inggris yang buruk > Sehingga harga diri dan rasa percaya dirinya terlindung dengan baik. Pada lain kesempatan sewaktu ia tidak sakit flu ia akan mampu melakukan tes dengan baik dan lulus tes TOEFL.

Artikel Terkait Lainnya :


7 komentar:

Syahrizki Rafi' Asy'ari mengatakan...

Wah agaknya nyambung nih ma postingan toefl aku

BloGendeng mengatakan...

owww gitu,bro. Baru tau nih. Nice info

Tips Blogspot mengatakan...

wah jadi ngerti nih..

tnx ya infonya

awan_clickerz mengatakan...

dapet lagi sobat, aku ilmu disini..
terus berkreasi ya..
smangad

Yup !

Gilang mengatakan...

Wogh... jadi kaya manipulasi sugesti yak... keren2.. keep posting gan..

ordinary.girl mengatakan...

oh iya saya lupa, makasih banget kak, saya belajar banyak dari sini.

Anonim mengatakan...

Terimakasih atas artikelnya, membantu sekali.
Pada contoh di atas, ketika menggunakan LoC external bisa saja siswa tersebut malah menyalahkan kondisi peralatan, atau ruangan yang kurang nyaman sebagai penyebab kegagalannya dalam tes TOEFL padahal mungkin memang siswa tersebut yang kurang mampu.

Jadi memang penggunaan internal atau external harus dilihat dari masalah apa yang dihadapi.

Posting Komentar

  © Mas BOW by Situs Belajar Psikologi 2009

Back to TOP