Categories

Mengatasi masalah insomnia dengan tehnik Aggravation, Branding, Closure

Minggu, September 14, 2008

Seperti telah dikemukakan di postingaan sebelumnya bahwa terdapat 3 tehnik dalam menyelesaikan suatu masalah atau kesulitan yang harus digunakan secara beruntun. Sekarang ini saya akan mencoba menjelaskan tehnik A-B-C dalam mengatasi insomnia. Berikut contoh kasusnya;
Selama berminggu-minggu Abdel terganggu oleh insomnia; ia khawatir tentang ujian sidang yang akan dilaksanakan besok. Segera setelah Abdel mematikan lampu lalu tergeletak di tempat tidur ia memikirkan ketakutann tentang dosen penguji yang akan menghujani banyak pertanyaan.
Semula abdel mencoba metode kuno menghitung kambing. Namun sia-sia, Ia mencoba menempatkan beberapa pikiran efektif untuk membantunya, tetapi segala sesuatunya benar-benar buruk sekali Sebenarnya, usahanya mengakhiri kekhawatiran di saaat tidur rupanya berdampak membuatnya terjaga.
Sehingga Abdel mencoba menggunakan metode A-B-C. Pertama ia menggunakan tehnik Aggravation, ia memaksakan dirinya sendiri, sekalipun lebih khawatir. Segera setelah itu, ia menyadari bahwa ia benar-benaar lelah dan khawtir.
Kemudian ia menambahkan tehnik Branding agar membantunya tidur. Ketika Abdel mengucapkan ”hijau”, ia akan merasakan seluruh tubuhnya benar-benar santai. Saat ia mengucapkan ”Hijau” yang kedua kalinya, ia mencoba kedua matanya, tetapi tidak membawakan hasil. Oleh karena itu ia mengingat dirinya sendiri ”tidak apa-apa begitu keras saya berusaha, saya tidak akan membuka mata saya”. Sudah tentunya sebenarnya ia dapat saja membuka mata jika ia sudah benar-benar menghendakinya, tetapi ia tidak melakukannya sebab ia merasa lebih penting baginya mendapat akses peting ke alam bawah sadarnya, tempat dimana kekhawatirannya berada. Setelah ia mengucap ”hijau” lagi, Abdel mencaci maki alam bawah sadarnya ” Berhentilah membawa kekhawatiran saya pada malam hari”. Kemudian ia mengucapkan ”kamu akan memiliki pemandangan yang indah dari liburan”. Ia pun mengulanginya berkali-kali sampai ini pun tercap dan tak bisa terhapus capnya dari alam bawah sadarnya.
Kemudian dengan alam bawah sadarnya tercap menjadi sepenuhnya efektif, ia mengucapkan ”hijau” yang terakhir kalinya. Bersamaan itu ia mengucapkan” Saya akan membuka mata dan merasakan ketentraman benar-benar akan kembali”, disini proses peangkhiran dari ketakutanya berakhir sehingga membuatnyanya merasa tentram .
Setelah beberapa saat Abdel membuka matanya. Ia berbariing di tempat tidur menikmati sensasi yang menyenangkan. Ia mersakan sangat lelah dan sangat mengantuk dan tertidur pulas samnbil mendengkur.. ngok....

Artikel Terkait Lainnya :


5 komentar:

Anonim mengatakan...

good posting,,,
cari cara yg lebih efektif lg ya bwt mengatasi imsonia,,

bwt para imsoniac blh dicoba jg sptnya hehehe,,,,


regard's
pi2t
^_^

Anonim mengatakan...

eh ralat insomnia bukan imsonia wakakaka,,,

dudul,,,hihi,,,

imam mengatakan...

Beberapa hr ini emng bank lembur... tp bukan karena imosonia... :)
Akeh gawean...

Anonim mengatakan...

weleh..setau gw obat mujarab insomnia tuh nutupin mata make lakban ...ternyata ada cara kaya gini juja...hmmm masukan yg baguss

pengendara mengatakan...

insomnia kalau lagi banyak kerjaan doang, ama acara tv yang bagus deh,
salam kenal

Posting Komentar

  © Mas BOW by Situs Belajar Psikologi 2009

Back to TOP